Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

533 Huntap di Aceh Tengah Segera Dibangun, Pemkab Percepat Verifikasi Lahan

                            (Doc-Istimewa)

Aceh, bukainnews.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mempercepat proses administrasi dan verifikasi lahan untuk pembangunan 533 hunian tetap (huntap) pada 2026. Program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menjadi bagian dari penanganan 4.195 rumah yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

Proyek pembangunan huntap kini memasuki tahap pekerjaan fisik setelah proses tender rampung pada 18 September 2026. Pemerintah merencanakan pembangunan secara komunal di enam lokasi, termasuk dua titik di Kecamatan Linge yang berada tidak jauh dari hunian sementara (huntara).

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Dinas Pertanahan untuk menyiapkan lahan pembangunan. Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Aceh Tengah mengoordinasikan kerja sama lintas instansi tersebut.

Selain menyiapkan hunian permanen, pemerintah juga menjalankan pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi huntap. Pekerjaan itu mencakup perbaikan jembatan dan pembangunan sarana pengendali air untuk mendukung keselamatan serta aksesibilitas masyarakat.

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Khusus Posko Nasional Satgas PRR yang dipimpin Kolonel Laut Daniel Setiawan melaporkan bahwa pembangunan Jembatan Lenang sedang berlangsung di Kecamatan Linge. Jembatan tersebut ditujukan untuk memulihkan jalur Takengon–Blangkejeren.

Tim Monev juga meninjau pembangunan tanggul buis beton di Kampung Kemerleng. Balai Wilayah Sungai Sumatera I mengerjakan proyek tersebut untuk melindungi badan jalan dan kawasan permukiman serta mengurangi risiko kerusakan ketika debit sungai meningkat.

"Satgas PRR akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi ketat dengan pemerintah daerah," kata Daniel.

Sementara itu, Kepala Poskowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa Satgas berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah memperoleh hunian tetap yang aman. Upaya tersebut juga mencakup dukungan akses jalan, jembatan, serta perlindungan kawasan permukiman yang memadai.

"Tender 533 huntap sudah selesai dan pekerjaan fisik berjalan, sementara kepastian lahan terus kami tuntaskan bersama Pemkab. Satgas PRR akan mengawal agar semuanya selesai tepat waktu dan tepat manfaat," ujarnya.

Pemerintah daerah bersama Satgas PRR terus mengawal persiapan lahan dan pembangunan infrastruktur pendukung agar program hunian tetap dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.