Titik Terang Pencarian Kapal Arupadatu 1, Jasad Kru Ditemukan
September 25, 2026
Banten, bukainnews.id – Pencarian kapal Arupadatu 1 yang hilang di Selat Sunda mulai menemukan titik terang. Petugas mengidentifikasi jasad salah satu kru kapal sebagai Surakman alias Sukarman (60).
Warga Carita, Pandeglang, Banten, tersebut menjadi salah satu dari delapan orang yang berada di kapal. Kapal Arupadatu 1 membawa lima jurnalis dan tiga kru saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan warga menemukan jasad Sukarman di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
"Jenazah ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu, 12 September lalu. Hari itu bertepatan dengan hari kelima saat pencarian seluruh korban dilakukan," kata Maruli, Rabu (23/9).
Saat menemukan jasad tersebut, warga tidak mengetahui identitas korban. Kondisi jasad yang sudah mengeluarkan bau kemudian membuat warga memakamkannya pada malam hari.
Informasi mengenai orang hilang kemudian sampai kepada warga pada Minggu (13/9). Mereka selanjutnya membongkar kembali makam tersebut dan membawa jenazah ke Polda Bengkulu.
Petugas melakukan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban. Hasil pemeriksaan kemudian menunjukkan kecocokan dengan Sukarman.
“Dari DNA. Persamaan dengan korban ABK Sukarman," ujar salah satu sumber dari kepolisian yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (22/9).
Polda Banten mengonfirmasi identitas tersebut pada Rabu (23/9). Petugas selanjutnya menyiapkan proses pemulangan jenazah kepada keluarga.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan petugas akan mengirim jenazah dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9).
"Jenazah akan dikirim, akan diberangkatkan besok (red. hari ini) dari Kabiddokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno- Hatta yang akan kita terima bersama Gubernur, Basarnas, dan Tim Terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Hengki dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9).
Meski identitas satu kru telah terungkap, petugas belum menemukan kapal Arupadatu 1. Tujuh orang lainnya yang berada di kapal juga masih dalam pencarian.
Hengki mengatakan pihaknya belum memiliki informasi yang memastikan kondisi lima jurnalis yang masih hilang.
"Bagaimana korban yang lain saya belum tahu apakah mereka selamat atau enggak, saya berdasarkan data-data yang ada seperti yang kita temukan sekarang,” ujarnya.