Sebulan Usai Gempa Flores, Ribuan Warga Masih Mengungsi
September 18, 2026
Flores, bukainnews.id — Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terasa hingga sekitar satu bulan kemudian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 142 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 94 lainnya meninggal ketika berada di pengungsian.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.603 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sebanyak 46.461 warga masih bertahan di lokasi pengungsian.
Gempa tersebut juga menimbulkan kerusakan besar pada tempat tinggal masyarakat. BNPB mencatat 103.427 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.
Kerusakan turut melanda berbagai fasilitas umum. Sebanyak 712 fasilitas pendidikan, 558 rumah ibadah, 157 fasilitas kesehatan, dan 685 kantor mengalami kerusakan.
Infrastruktur lainnya juga terdampak. BNPB mencatat kerusakan pada 1.175 titik jalan serta 50 fasilitas irigasi.
Data tersebut menunjukkan penanganan pascabencana di wilayah Flores masih menghadapi berbagai tantangan. Masyarakat tidak hanya menghadapi dampak kerusakan bangunan, tetapi juga persoalan pengungsian dan pemulihan fasilitas umum.
Meski demikian, jumlah pengungsi telah berkurang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. BNPB mencatat jumlah warga yang mengungsi sempat mencapai lebih dari 150 ribu jiwa.
Memasuki satu bulan setelah gempa, pemerintah masih perlu menangani berbagai dampak bencana yang dirasakan masyarakat. Kondisi warga, kerusakan rumah, serta fasilitas umum menjadi bagian dari penanganan pascabencana yang masih berlangsung.