PSO Transjakarta Belum Cair, Dishub DKI Ajukan Tambahan Anggaran
September 11, 2026
Jakarta, bukainnews.id – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengusulkan tambahan anggaran subsidi transportasi publik sebesar Rp934 miliar. Usulan tersebut masuk dalam Raperda Perubahan APBD DKI Jakarta 2026.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan usulan itu dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta. Rapat berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (9/9/2026).
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh meminta penjelasan mengenai perubahan anggaran subsidi Dishub DKI. Budi menjelaskan, tambahan anggaran tersebut akan mendukung tiga layanan transportasi publik.
Ketiganya yakni Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. "Untuk TransJakarta nambah Rp 468 (miliar),” kata Budi.
Selain Transjakarta, Dishub mengusulkan tambahan subsidi MRT Jakarta sebesar Rp247 miliar. Sementara itu, subsidi LRT Jakarta mendapat tambahan anggaran sebesar Rp218 miliar.
"Jadi total keseluruhan subsidi Rp 934 miliar?” tanya Nova.
"Iya, Pak," jawab Budi.
Menurut Budi, tambahan subsidi tersebut akan memenuhi kebutuhan layanan pada November dan Desember 2026.Dalam pemaparannya, anggaran subsidi Dishub pada APBD 2026 mencapai sekitar Rp4,62 triliun.
Melalui MoU Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, anggaran tersebut diusulkan naik menjadi sekitar Rp5,56 triliun. Total anggaran Dishub DKI dalam APBD 2026 sebelumnya mencapai sekitar Rp6,78 triliun.
Angka tersebut kemudian diusulkan naik menjadi sekitar Rp7,69 triliun melalui perubahan KUA-PPAS. Budi juga mengungkapkan realisasi anggaran Dishub hingga 31 Agustus 2026.
Realisasinya baru mencapai 35,72 persen atau sekitar Rp2,42 triliun. Khusus subsidi Transjakarta, realisasi anggarannya baru mencapai 32 persen.
Selain itu, sekitar Rp800 miliar PSO Transjakarta untuk triwulan II belum terealisasi. Dana tersebut masih berada dalam DPA Dishub karena Surat Penyediaan Dana (SPD) belum terbit.