Prabowo Soroti Dana Pemda Mengendap, Jembatan Desa hingga Sekolah Jadi Perhatian
September 22, 2026
Jakarta, bukainnews.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti penggunaan anggaran pemerintah daerah yang dinilai belum optimal, Rabu (16/9/2026).
Prabowo mengatakan masih ada dana daerah yang tersimpan di perbankan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan Transfer ke Daerah (TKD).
Ia juga mempertanyakan pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah desa. Prabowo menilai pembangunan jembatan belum sebanding dengan dana yang pemerintah salurkan ke daerah dan desa.
"Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Rp1 miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta," ujarnya.
Pemerintah pusat kemudian mengambil peran dalam pembangunan jembatan desa. Pada 2026, sebanyak 3.395 jembatan tercatat selesai dibangun.
Pembangunan tersebut melibatkan TNI dan Polri. TNI membangun 2.500 jembatan, sedangkan Polri membangun 874 jembatan.
Selain infrastruktur desa, pemerintah juga mempercepat revitalisasi sekolah. Pada 2025, pemerintah merevitalisasi 16.167 sekolah.
Pemerintah kemudian menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026. Program tersebut turut menunjukkan keterlibatan pemerintah pusat dalam mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan.
Padahal, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam pembangunan dan revitalisasi sekolah.
Pemerintah pusat tetap turun tangan untuk mempercepat perbaikan sekolah di berbagai daerah. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan upaya mendorong penggunaan anggaran daerah secara lebih efektif.
Prabowo sebelumnya menekankan bahwa anggaran negara harus menghasilkan pembangunan dan pelayanan yang masyarakat rasakan.