Pemerintah Siapkan Skema Klaster untuk Percepat Pemulihan Lahan Pertanian
September 23, 2026
Jakarta, bukainnews.id – Pemerintah menyiapkan skema klaster untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian pascabencana. Skema tersebut menyasar lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementan, Dede Sulaeman, mengusulkan pembagian lahan terdampak ke dalam sejumlah klaster. Menurutnya, skema itu memungkinkan proses Survey, Investigasi, dan Desain (SID) berjalan secara bertahap dan paralel.
Petugas dapat langsung menangani lahan pada klaster yang sudah mereka survei. Sementara itu, petugas lain melanjutkan proses SID pada klaster berikutnya.
"Selesai tahapan [di satu] klaster, langsung eksekusi konstruksi di masing-masing kabupaten/kota," ujar Dede.
Penerapan skema klaster bertujuan memangkas jeda antara proses SID dan pemulihan lahan.
SID membantu pemerintah mengetahui tingkat kerusakan lahan. Tahapan tersebut juga mencakup desain pekerjaan dan perencanaan anggaran.
Hasil SID kemudian menjadi dasar pemerintah dalam menjalankan rehabilitasi lahan. Wakil Sekretaris Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Marsda TNI Mohammad Nurdin, meminta pemerintah mempercepat proses SID.
Menurut Nurdin, prosedur yang panjang berpotensi menghambat pelaksanaan rehabilitasi lahan. "Uang sudah ada, tenaga sudah siap, tapi SID-nya belum. Apakah mungkin dari Kementerian Pertanian ada diskresi, atau ada aturan dalam konteks rehab-rekon, sehingga beberapa tahapan bisa dipersingkat dan tidak mengurangi substansi?"
Nurdin menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pemulihan Lahan. Rapat itu berlangsung di Posko Nasional Satgas PRR, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Kepala Posko Nasional Satgas PRR Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono juga menyoroti keterbatasan waktu. Program tersebut harus berjalan dalam sisa tahun anggaran 2026 yang semakin singkat.
Wahyu juga meminta pelaksana mengantisipasi cuaca menjelang akhir tahun. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, Kaposkowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mendukung percepatan pemulihan lahan. Ia berharap petani segera kembali menanam tanpa harus menunggu terlalu lama.
"Satgas PRR Aceh menyambut baik skema kerja paralel dari Kementerian Pertanian ini. Anggaran dan tenaga kerja kita sudah siap di lapangan. Dengan membagi lokasi ke dalam beberapa klaster, pekerjaan fisik bisa dieksekusi secara fleksibel. Target kita, percepatan tanpa mengabaikan kualitas," kata dia.