Pascabencana Aceh, Kini 649 Unit Hunian Tetap Rampung Dibangun
September 07, 2026
Ratusan huntap yang sudah selesai dibangun tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.
"Dari 649 unit yang sudah rampung terbanyak ada di Aceh Utara dengan 351 unit, selebihnya tersebar di beberapa daerah lainnya," kata Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, pada Senin (7/9/2026).
Menurut Safrizal ZA, pembangunan huntap di Aceh melibatkan kolaborasi berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.
Dari 351 huntap di Aceh Utara, misalnya, 240 unit dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan 104 lainnya ditangani Kemenko Polkam. Ada juga tujuh unit huntap yang dibangun oleh BNPB.
Kolaborasi serupa terlihat di Aceh Tamiang. Sebanyak 263 unit huntap telah rampung, terdiri atas 200 unit yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan 63 sisanya oleh BNPB.
BNPB pun sudah menyelesaikan 26 huntap di Bireuen dan empat unit di Aceh Timur. Di Pidie Jaya, pembangunan lima huntap tuntas dengan pendanaan dari Kadin.
Terkait pembangunan 1.785 huntap yang sedang berjalan, 1.019 unit di antaranya berada di Aceh Tamiang. Selebihnya di Bireuen (416 unit), Aceh Utara (284 unit), dan Aceh Timur (66 unit).
Pembangunan huntap di Aceh Tamiang itu dijalankan oleh BNPB (419 unit), Polri (300 unit), dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia (300 unit).
Safrizal memastikan Satgas PRR bersama para mitra terus mendorong percepatan pembangunan agar makin banyak warga terdampak bencana di Aceh segera menempati rumah yang layak.
"Angka 649 unit yang sudah rampung adalah bukti kerja bersama, namun kita masih menghadapi kebutuhan besar yang harus dituntaskan," ujar Safrizal.
Secara keseluruhan, kebutuhan huntap di Aceh mencapai 34.777 unit. Lima daerah dengan kebutuhan terbesar yakni Aceh Tamiang (18.113 unit), Aceh Utara (5.540 unit), Gayo Lues (3.454 unit), Aceh Timur (2.389 unit), dan Aceh Tengah (1.930 unit).