Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Keluarga Chief Officer Asal Karawang: Saya Mohon Doanya

                          (Doc-Istimewa)

Karawang, bukainnews.idKeluarga Zaenal Walad Husen (41), warga Perumahan Bumi Pucung Baru, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, masih menanti kabar mengenai keberadaannya setelah KM Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Laut Jawa. Zaenal bertugas sebagai Chief Officer di kapal yang membawa 243 orang tersebut. KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sebelum menghadapi cuaca buruk dan kehilangan kontak pada Minggu (13/9/2026).

Kapal itu meninggalkan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.13 WIB. Kemudian, sekitar pukul 02.00 WITA pada hari Minggu, petugas tidak lagi dapat menghubungi kapal setelah kapal menghadapi kondisi cuaca buruk di tengah perjalanan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan mengenai kapal tersebut sekitar pukul 04.10 WITA. General Manager PT Virgo, Yoel Rihi, menyampaikan laporan itu kepada petugas.

Informasi awal menyebutkan posisi terakhir kapal berada di perairan Laut Jawa. Lokasinya diperkirakan sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Setelah menerima laporan, tim SAR bergerak melakukan pencarian terhadap KM Virgo Transport 8, termasuk seluruh penumpang dan awak kapal.

Kabar hilangnya kapal membuat keluarga Zaenal segera mencari informasi terbaru. Adik sepupunya, Muhammad Nurgifari Ramdan (27), juga mengajak masyarakat Karawang dan warga Indonesia mendoakan keselamatan Zaenal.

“Saya mohon doanya seluruh warga Karawang khususnya terkait musibah yang menimpa kapal KM Virgo Transport 8, agar seluruhnya mendapat perlindungan-Nya,” ujar Nurgifari.

Hingga Senin, keluarga belum menerima kabar mengenai kondisi maupun keberadaan Zaenal.

“Belum ada kabar dan informasi terkait keberadaan kakak sepupu saya. Saya mohon kepada seluruh warga Kabupaten Karawang maupun seluruh warga Indonesia di mana pun berada, mohon doanya. Semoga beliau cepat ditemukan dan selamat dalam kondisi sehat walafiat,” katanya.

Nurgifari mengatakan, keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan Zaenal sebelum ia berangkat menjalankan tugas pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Keluarga kemudian mendapat informasi mengenai kapal yang hilang kontak dari kerabat. Mereka langsung berupaya mencari informasi mengenai kondisi Zaenal dan perkembangan pencarian kapal.

“Apalagi kabar tenggelam di tengah lautan itu agak sangat mengerikan. Jadi kami berusaha bagaimana bisa membantu dari sini,” tuturnya.

Untuk memperoleh informasi secara langsung, tiga anggota keluarga Zaenal berangkat menuju Banjarmasin pada Senin sekitar pukul 02.00 WIB.

Ketiga anggota keluarga tersebut terdiri atas istri Zaenal, kakak sepupu, dan bibinya. Mereka mendatangi Banjarmasin untuk mengetahui perkembangan pencarian serta mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan Zaenal.

“Update terakhir masih belum ditemukan. Makanya tiga orang itu langsung berangkat menuju Banjarmasin untuk mendapatkan berita tercepat bagaimana kondisinya dan keberadaannya,” ujar Nurgifari.

Nurgifari berharap Zaenal mampu bertahan hingga tim SAR menemukan kapal dan seluruh orang yang berada di dalamnya.

“Saya berharap Aa bisa bertahan, berenangnya lebih kuat lagi, bisa lebih bertahan di tengah lautan. Saya ingin Aa selamat dan bisa kumpul lagi bersama kita,” katanya.

Sebelum berangkat menjalankan tugas, Zaenal sempat pulang ke rumah pada Kamis (10/9/2026). Setelah itu, ia kembali mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas sebagai Chief Officer KM Virgo Transport 8.

Hingga Senin (14/9/2026), tim SAR masih mencari KM Virgo Transport 8 beserta 243 orang yang berada di kapal tersebut. Sementara itu, keluarga Zaenal terus menunggu kabar mengenai keberadaannya.