Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kabar Gembira! Pelajar Akan Tak Dikenakan Tarif Transjakarta dan MRT, Ini Kata Pramono

                           (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang memberikan Kartu Layanan Gratis (KLG) kepada seluruh pelajar agar mereka dapat menggunakan transportasi umum tanpa biaya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI masih mengkaji rencana tersebut sebelum mengambil keputusan. Pemerintah juga akan mengatur mekanisme pemberian KLG bagi pelajar melalui peraturan gubernur (Pergub).

"Mengenai pelajar, nanti kami dalami dan kami segera putuskan. Tetapi memang detailnya perlu kita atur lebih lanjut di dalam Pergub untuk itu," ujar Pramono, Jumat (11/9).

Pramono menjelaskan, pelajar sebenarnya sudah masuk dalam 15 kelompok masyarakat yang berhak memperoleh KLG. Namun, saat ini layanan gratis tersebut hanya mencakup pelajar yang terdaftar sebagai penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Wacana pemberian KLG kepada seluruh pelajar sebelumnya muncul dalam rapat kerja eksekutif bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta pada Selasa (8/9). Saat itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengusulkan agar seluruh pelajar memperoleh fasilitas transportasi gratis.

Nova menyampaikan usulan tersebut kepada Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza. Menurutnya, fasilitas KLG dapat mendorong pelajar beralih menggunakan transportasi umum.
KLG nantinya dapat digunakan untuk berbagai moda transportasi umum di Jakarta, mulai dari Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta hingga Mikrotrans.

"Ini isu klasik, pertama masalah kendaraan. Kendaraan menyebabkan persinggungan seperti apa, yang akhirnya tawuran," kata Nova.

Nova juga mempertanyakan rencana Pemprov DKI dalam memberikan KLG khusus kepada pelajar.

"Yang ingin saya tanyakan, pelajar ini akan direncanakan untuk mendapatkan Kartu Layanan Gratis tidak ke depan? Ini sangat penting," ujarnya.

Menurut Nova, Pemprov DKI tidak harus menambah anggaran subsidi transportasi untuk menjalankan program tersebut. Ia meminta Pemprov DKI bersama Transjakarta mencari skema yang tepat agar layanan gratis bagi pelajar tidak menambah beban subsidi.

Selain itu, Nova menilai pemerintah perlu membuat mekanisme pemberian KLG khusus pelajar secara jelas. Hal tersebut penting agar fasilitas gratis tidak otomatis mengikuti status orangtua.

"Kalau ketika ibunya mengantarkan anaknya, misalnya orangtuanya masuk dalam Kartu Layanan Gratis, anaknya datang sekolah masa digratisin juga?" kata Nova mencontohkan.

Karena itu, Nova meminta Pemprov DKI dan Transjakarta mengkaji lebih matang mekanisme pemberian KLG kepada pelajar sebelum menerapkannya.