Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bau Sampah hingga Pesing Muncul di Bus Koridor 8, Ini Respons Transjakarta

                               (Doc-Tirtoid)

Jakarta, bukainnews.id – PT Transjakarta akan memperketat pengawasan pada layanan koridor 8 Lebak Bulus-Pasar Baru. Langkah tersebut menyusul keluhan penumpang terkait aroma tidak sedap di dalam bus pada malam hari.

Keluhan itu awalnya muncul melalui unggahan warganet di Threads. Pengguna tersebut mengaku sering mencium bau sampah hingga pesing saat menaiki bus koridor 8 tengah malam.

"Kalo naik tije koridor 8 di atas jam 12 malem kenapa ya orang- orangnya pada bau sampah, bahkan sering ketemu ibu-ibu duduk di pojokan bau pesing," tulis akun @sergiomssg dalam unggahannya.

Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari warganet lain. Sejumlah warganet menduga tunawisma kerap menumpang bus untuk tidur.

PT Transjakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan pihaknya menghargai setiap laporan pelanggan.

"Kami sangat mengapresiasi setiap masukan dan laporan dari pelanggan. Kenyamanan, keamanan, serta kebersihan layanan di dalam bus dan halte adalah komitmen utama kami," kata Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, Selasa.

Ayu mengatakan petugas akan melakukan sweeping selama layanan Angkutan Malam Hari (Amari).

"Petugas Transjakarta akan dikerahkan untuk melakukan sweeping di koridor 8 saat Amari (Angkutan Malam Hari) demi kenyamanan pengguna," ucap Ayu.

Transjakarta juga menilai keluhan tersebut sebagai fenomena baru. Karena itu, perusahaan langsung menyiapkan langkah penanganan.

"Hal ini menjadi fenomena baru yang langsung kami tanggapi secara serius. Saat ini kami sedang menyiapkan SOP penanganan yang lebih adaptif, seraya menginstruksikan pengetatan pengawasan oleh petugas di lapangan," jelas Ayu.

Petugas juga akan memperketat pengawasan kebersihan armada dan halte. Transjakarta akan meningkatkan pembersihan secara berkala pada kedua area tersebut.

Jika petugas menemukan tunawisma yang mengganggu kenyamanan penumpang, Transjakarta akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta.

"Langkah konkret yang dilakukan meliputi pengetatan pengawasan petugas, peningkatan kebersihan armada dan halte secara berkala, serta koordinasi mendalam dengan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk penanganan yang humanis," ujar Ayu.

Transjakarta juga mengajak masyarakat menyampaikan laporan melalui kanal resmi.

"Transjakarta terus terbuka menerima masukan melalui platform media sosial resmi atau dapat menghubungi call center 1500 102 sebagai acuan perbaikan berkelanjutan demi menghadirkan layanan publik yang optimal bagi seluruh masyarakat Jakarta," kata dia.