Arkeolog Bongkar Makam Kuno di Peru, 38 Kerangka Bangsawan Ditemukan
September 13, 2026
Peru, bukainnews.id — Tim arkeolog menemukan kompleks pemakaman kuno dalam kondisi utuh di situs Chan Chan, Peru Utara. Temuan ini mengungkap 38 kerangka individu yang diperkirakan berasal dari kalangan elit Kerajaan Chimu.
Kementerian Kebudayaan Peru merilis video yang memperlihatkan kondisi kompleks makam tersebut. Dikutip dari Viory, situs itu memberikan gambaran mengenai hierarki sosial masyarakat Chimu.
Penemuan tersebut juga membantu peneliti memahami tradisi pemakaman yang berlangsung sekitar 600 tahun lalu.
Salah satu kerangka menarik perhatian karena posisi pemakamannya berbeda dari temuan lainnya. Arkeolog menemukan jasad itu dalam posisi terentang lurus.
Posisi tersebut tergolong tidak biasa dalam tradisi pemakaman masyarakat Chimu. Mereka umumnya memakamkan jenazah dalam posisi meringkuk atau duduk.
Para ahli mengemukakan dua kemungkinan terkait posisi jasad tersebut. Mereka menduga individu itu menjalani ritual pengorbanan. Kemungkinan lainnya, individu tersebut memiliki status sosial lebih tinggi dibandingkan jenazah lainnya.
Status tinggi para individu juga terlihat dari berbagai artefak yang mereka temukan di dalam makam. Arkeolog menemukan perhiasan logam, hiasan telinga, dan penutup kepala.
Selain itu, terdapat kotak kayu berukir serta puluhan untaian kalung. Kalung tersebut menggunakan material kuarsa dan cangkang kerang.
Arkeolog juga menemukan pigmen merah pada sejumlah kerangka dan benda keramik. Masyarakat Andes kuno menggunakan warna merah sebagai simbol penghormatan khusus.
Simbol tersebut biasanya berkaitan dengan tokoh yang memiliki kedudukan sosial tinggi.
Temuan di Chan Chan memiliki arti penting bagi penelitian arkeologi. Sebagian besar makam bangsawan Chimu di kawasan tersebut sudah mengalami penjarahan atau kerusakan.
Kondisi makam yang masih utuh memberikan kesempatan langka bagi para peneliti. Mereka dapat mempelajari posisi jasad dan artefak seperti kondisi awal pemakaman.
Kondisi tersebut memungkinkan arkeolog merekonstruksi tata letak kompleks makam hampir enam abad setelah pemakaman berlangsung.