Pemulihan Sawah Aceh Tengah Dipercepat, 1.496 Hektare Sudah Direhabilitasi
Agustus 22, 2026
Aceh Tengah, bukainnews.id – Sebanyak 1.496 hektare sawah yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah kini telah selesai direhabilitasi. Capaian tersebut mencapai lebih dari 90 persen dari total 1.615 hektare sawah yang masuk dalam program pemulihan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh sawah dengan kerusakan ringan dapat kembali ditanami pada awal September 2026.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah Nasrun Liwanza, rehabilitasi lahan tidak hanya dilakukan pada area persawahan. Pemerintah juga memperbaiki jaringan irigasi tersier agar sawah kembali mendapatkan pasokan air.
Untuk mendukung perbaikan tersebut, Kementerian Pertanian memberikan bantuan anggaran sekitar Rp6,8 miliar. "Saat awal pascabencana otomatis akibat kondisi alam, sawah tidak bisa diairi. Oleh karena itu Bupati Aceh Tengah merekomendasikan untuk percepat kegiatan ini agar masyarakat bisa bersawah dan menghasilkan pangan sendiri," ujarnya.
Nasrun menyampaikan perkembangan tersebut ketika melakukan peninjauan bersama tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera pada Selasa (18/8/2026).
Pemulihan kemudian akan dilanjutkan pada sawah yang mengalami kerusakan sedang. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyiapkan program rehabilitasi untuk lahan seluas 754 hektare.
Tahap awal untuk program tersebut berupa Survei, Investigasi, dan Desain (SID) yang dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan depan. "Minggu depan akan dilakukan SID untuk rehab sedang seluas 754 hektar," jelas Nasrun.
Perkembangan rehabilitasi sawah di Aceh Tengah mendapat apresiasi dari Kasatgas PRR Wilayah Aceh Safrizal ZA. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana.
"Pencapaian di Aceh Tengah menjadi contoh positif, dan kami mendorong percepatan SID untuk rehabilitasi sawah rusak sedang agar pemulihan segera berjalan," ujarnya saat dihubungi tirto.id, Jumat (21/8/2026).
Safrizal turut mengingatkan pemerintah daerah di seluruh Aceh untuk segera menggunakan anggaran yang tersedia agar pemulihan pertanian dapat dipercepat.
"Kami harap seluruh kabupaten/kota terdampak bergerak memanfaatkan alokasi dana yang ada demi menjamin kedaulatan pangan warga Aceh," imbuhnya.
Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mencatat bencana telah berdampak terhadap 57.171 hektare sawah di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Dari total pagu anggaran pemulihan pertanian sebesar Rp515,2 miliar, hingga kini baru Rp253,5 miliar yang terealisasi atau sekitar 49,2 persen.