Harga Beras Tembus Rp30 Ribu, Mahasiswa Undip Sampaikan Keluhan Langsung ke Menteri
Agustus 10, 2026
Semarang, bukainnews.id - Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan persoalan harga beras di daerahnya. Mahasiswa bernama Adriano Panama itu menyampaikan keluhan tersebut langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Momen itu terjadi ketika Undip menggelar acara penerimaan mahasiswa baru di Semarang, Kamis (6/8/2026). Adriano mengungkapkan harga beras di kampung halamannya jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
Menurutnya, harga beras di Alor dapat mencapai Rp18.000 per kilogram dalam kondisi normal. Harga tersebut bahkan bisa melonjak hingga Rp30.000 per kilogram ketika cuaca menghambat proses distribusi.
Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari Menteri Pertanian. Amran segera menghubungi Direktur Utama Perum Bulog untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Ia meminta Bulog mengirimkan pasokan beras menuju Alor pada hari yang sama. Amran juga meminta jajarannya memastikan ketersediaan stok serta kesiapan gudang penyimpanan beras di wilayah tersebut.
Tindak lanjut pemerintah berlanjut pada Jumat (7/8/2026). Direktur Utama Bulog bersama tim dan Adriano tiba di Bandara Mali untuk memantau proses distribusi.
Langkah tersebut menunjukkan respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat di daerah kepulauan. Aspirasi Adriano juga menjadi contoh bahwa penyampaian persoalan dengan data konkret dapat mendorong tindakan pemerintah.
Informasi mengenai kondisi harga beras di lapangan akhirnya mendapat tindak lanjut secara langsung. Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan peran mahasiswa dalam menyampaikan persoalan masyarakat kepada pemerintah.