Harap Bantuan Pemerintah, Siswa SMK Karya Murni Lembor Belajar di Ruang Darurat Pasca-Gempa
Agustus 31, 2026
Nusa Tenggara Timur, bukainnews.id — Di tengah masa perpanjangan tanggap darurat bencana gempa bumi NTT selama 14 hari (29 Agustus–12 September 2026), fleksibilitas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi acuan utama di lapangan.
Kebijakan ini selaras dengan arahan Gubernur NTT Melki Laka Lena yang meminta agar aspek keselamatan tetap diprioritaskan.
"Begitu pula pelayanan pemerintahan tidak boleh memaksakan penggunaan gedung yang secara struktur dinyatakan tidak aman," ujarnya pada Kamis (27/8/2026) lalu.
Fleksibilitas tersebut terlihat nyata saat SMK Karya Murni, Lembor, Manggarai Barat, kembali membuka kegiatan belajar tatap muka pada Senin (31/8/2026) pagi. Ini merupakan hari pertama para siswa kembali ke sekolah pascaditerjang gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu.
Kembali bertemunya para siswa di sekolah melahirkan rasa gembira setelah sekian lama menjalani proses pembelajaran dari rumah.
"Pas sekolah pertama hari ini rasanya lega dan senang bisa bertemu teman-teman lagi," ujar Nanda, salah seorang murid di SMK tersebut.
Kendati antusiasme peserta didik cukup tinggi dengan tingkat kehadiran mencapai lebih dari 50% proses pembelajaran terpaksa dilakukan di fasilitas darurat akibat sebagian atap dan dinding bangunan utama mengalami kerusakan.
Kondisi infrastruktur yang rusak mendorong tenaga pendidik mendesak penanganan cepat dari pemerintah daerah maupun pusat.
"Harapannya itu jelas kepada pemerintah untuk lebih melihat dari sisi kemanusiannya kemudian dari sisi tugas pemerintah untuk langsung terkait kondisi sekolah. Dan ini sangat kami harapkan kehadiran ataupun perhatian,” tutur Rofinus Tetu, Guru Keahlian Otomotif.
Di balik semangat mengajar dan belajar yang kembali tumbuh, Rofinus tidak menampik adanya rasa waswas yang masih membayangi para guru dan murid di lokasi.
"Sebagai manusia pasti merasa takut dan tetap paniklah. Begitu ketika misalnya ada gempa susulan, itu sudah pasti," ungkapnya.