Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dianiaya Ibu Kandung dan Pacarnya, Balita 3 Tahun di Malang Kritis di Ruang PICU RSSA

                             (Doc-Tirtoid)

Malang, bukainnews.id — Upaya pembuktian dan penuntasan hukum tengah difokuskan aparat kepolisian guna menjerat para pelaku penganiayaan balita secara objektif.

"Kami terus berupaya menuntaskan perkara ini secara objektif dan berdasarkan pembuktian. Penyidikan masih berjalan, termasuk mendalami rangkaian kejadian dan memastikan peran masing-masing tersangka," tandas Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo lewat keterangannya.
Saat ini, balita malang berusia 3 tahun itu masih berjuang melewati masa kritis di ruang PICU Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang di bawah pengawasan ketat tim medis.

Penangkapan terhadap kedua tersangka, yakni sang ibu kandung SM (21) dan kekasihnya MA (26), berhasil dilakukan oleh kepolisian di wilayah Poncokusumo, Kabupaten Malang, tidak lama setelah menerima laporan dari pihak keluarga.
Akibat tindakan keji tersebut, kedua tersangka terancam hukuman berat berdasarkan Pasal 429 ayat (1) dan ayat (3) UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) serta/atau Pasal 80 ayat (2) dan ayat (4) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Motif penganiayaan diduga dipicu oleh hal sepele yang memancing kekerasan berulang hingga fisik korban sangat memprihatinkan.

"Modus yang sedang kami dalami, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga berawal dari persoalan anak sering mengompol dan buang air di celana. Dari sana ditemukan dugaan tindakan kekerasan terhadap korban," jelas Aji.

Kondisi kesehatan balita malang itu dilaporkan merosot tajam dengan fisik yang kian kurus serta dipenuhi luka bekas tindak kekerasan.

Nenek korban menjadi sosok pertama yang menemukan balita tersebut tergeletak tak berdaya pada Jumat (28/8/2026) sore di sebuah rumah kawasan Blimbing, Kota Malang.

"Ketika ditemukan (oleh neneknya) kondisi korban ini tidak sadarkan diri dan dalam keadaan kritis. Tubuh anak tersebut juga ditemukan mengalami sejumlah luka dan memar, sehingga segera dilarikan ke RSSA untuk mendapatkan penanganan medis," tutur Aji.