Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Cegah Banjir Kembali, Satgas PRR Dukung Percepatan Normalisasi Sungai Tamiang

                            (Doc-Tirtoid)

Aceh Tamiang, bukainnews.id – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung percepatan normalisasi Sungai Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Marsma TNI Ridha Hermawan, mengatakan pihaknya akan membawa usulan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kepada Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian. Selanjutnya, Satgas akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut.

"Apa yang menjadi harapan daerah akan kami laporkan kepada Ketua Satgas untuk ditindaklanjuti," kata Ridha di Aceh Tamiang pada Selasa (4/8/2026).

Pemerintah daerah mendorong langkah tersebut untuk mencegah banjir kembali mengganggu proses pemulihan pascabencana. Normalisasi sungai menjadi penting karena pemerintah dan masyarakat masih memperbaiki infrastruktur, fasilitas umum, rumah warga, serta aktivitas ekonomi yang terdampak bencana.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi meminta pemerintah mempercepat normalisasi sebelum intensitas hujan meningkat menjelang akhir tahun. Menurut Armia, sedimentasi dan erosi telah muncul di sejumlah bagian sungai sehingga kapasitas aliran berpotensi menurun.

"Kami khawatir ketika curah hujan tinggi kembali terjadi di hulu, Aceh Tamiang akan mengalami banjir lagi dan apa yang telah kita bangun menjadi sia-sia," ujarnya.

Balai Teknik Sungai Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya melakukan survei sepanjang 30 kilometer aliran Sungai Tamiang. Tim melakukan survei tersebut untuk mengumpulkan data sebagai dasar penanganan pascabanjir.

Pemerintah perlu melakukan sejumlah pekerjaan di sepanjang aliran sungai. Mulai dari pengerukan sedimentasi, penanganan titik erosi, perbaikan tanggul yang rusak, hingga penguatan sistem pengendalian banjir.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menilai pemerintah perlu memprioritaskan mitigasi dari wilayah hulu hingga hilir Sungai Tamiang.

"Dari sisi administrasi kewilayahan, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi harus berprinsip 'build back better and safer," kata dia.

Safrizal menegaskan Satgas PRR akan mempercepat koordinasi teknis dengan kementerian terkait, terutama Kementerian PU, untuk menangani sedimentasi dan titik tanggul yang kritis.

"Kami di Satgas PRR memastikan koordinasi teknis lintas kementerian, khususnya Kementerian PU, berjalan cepat agar pendangkalan dan titik-titik tanggul kritis segera terdistribusi solusinya selama masa transisi darurat ini," tambah Safrizal.

Percepatan normalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan wilayah Aceh Tamiang sekaligus menjaga hasil pembangunan kembali yang tengah pemerintah dan masyarakat lakukan setelah bencana.