Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Soal Ujian Kedokteran Bocor, Gen Z India Gelar Demo Besar

                           (Doc-nixnews)

India, bukainnews.id - Gelombang protes yang digelar Generasi Z di India terus berlanjut setelah mencuatnya skandal kebocoran soal ujian masuk fakultas kedokteran yang membuat lebih dari dua juta peserta harus mengikuti ujian ulang. Massa membentuk Cockroach Janata Party (CJP) atau Partai Kecoak sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.

Selain menyoroti kasus kebocoran ujian, para demonstran juga memprotes tingginya angka pengangguran dan terbatasnya lapangan pekerjaan di India. Mereka menuntut Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, agar mengundurkan diri dari jabatannya.

Perdana Menteri Narendra Modi merespons gelombang protes tersebut dengan menegaskan pemerintah akan menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran soal ujian. Ia juga meminta parlemen menyusun sistem penyelenggaraan ujian yang lebih aman guna mencegah praktik kecurangan di masa mendatang.

Di tengah tuntutan massa, Dharmendra Pradhan menyatakan pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan National Eligibility cum Entrance Test (NEET) dan menjawab berbagai aspirasi masyarakat. "Pemerintah kami tetap 100 persen berkomitmen untuk membahas NEET dan mengatasi setiap kekhawatiran yang sah dari kaum muda kami di parlemen," katanya, Selasa (21/7).

Pradhan juga menuding aksi demonstrasi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan politik untuk melemahkan pemerintahan saat ini. "Kita berutang kepada mereka (massa) jawaban, reformasi, dan akuntabilitas. Itulah tepatnya yang menjadi komitmen pemerintah kita untuk diwujudkan," ujar Pradhan.

Aksi unjuk rasa sempat memanas ketika demonstran berusaha menduduki Gedung Parlemen di New Delhi. Bentrokan dengan aparat kepolisian menyebabkan ratusan orang terluka, sementara 70 demonstran diamankan. CJP menyatakan akan memberikan pendampingan hukum kepada peserta aksi yang ditangkap secara sewenang-wenang.

Pemerintah India juga memberlakukan pembatasan akses internet di sejumlah wilayah terdampak demonstrasi serta membatasi akses menuju lokasi aksi di pusat Kota Delhi. Kebijakan tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan.

Di tengah situasi yang terus memanas, Dharmendra Pradhan akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (25/7). "Melihat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, serta agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri (Narendra Modi)," ujar Pradhan di X.

Meski Menteri Pendidikan telah menyatakan mundur, massa menegaskan aksi demonstrasi akan terus berlanjut hingga seluruh tuntutan mereka dipenuhi.