Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

PMI Asal Serang Minta Dipulangkan dari Arab Saudi, Klaim Ditahan Majikan Selama Lebih dari Dua Tahun

                            (Doc-Istimewa)

Serang, bukainnews.id
– Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lingkungan Ketileng, Kelurahan Teritih, Kota Serang, Banten, bernama Atila, meminta bantuan pemerintah untuk dipulangkan ke Indonesia setelah mengaku tidak diizinkan kembali oleh majikannya di Riyadh, Arab Saudi. Permohonan tersebut disampaikan Atila melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, ia tampak menangis saat menceritakan kondisi yang dialaminya selama bekerja sebagai asisten rumah tangga di Riyadh sejak 2023.

Atila mengaku telah bekerja selama sekitar dua tahun tujuh bulan, namun hingga kini belum dapat kembali ke Indonesia. Ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera membantu proses kepulangannya karena ingin berkumpul kembali dengan anaknya yang masih berada di kampung halaman. Dalam video tersebut, Atila memohon bantuan kepada Gubernur Banten serta Pemerintah Provinsi Banten agar dapat memfasilitasi proses pemulangannya dari Arab Saudi.

Sementara itu, keluarga Atila di Kota Serang mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan yang bersangkutan. Orang tua Atila, Muhyani, berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk memberikan perlindungan dan membantu kepulangan putrinya.

"Kami memohon kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh agar segera membantu proses pemulangan anak kami ke Indonesia," ujar Muhyani, Kamis (23/7/2026).

Selain meminta bantuan pemulangan, keluarga juga berharap pemerintah dapat mengawal proses penyelesaian persoalan yang dihadapi Atila. Termasuk, memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja migran yang menurut keluarga hingga kini belum dipenuhi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Luar Negeri, maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh terkait permohonan bantuan tersebut. Perkembangan lebih lanjut masih menunggu informasi resmi dari instansi terkait.