Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tragis! Puluhan Orang Terluka Akibat Serangan Iran ke Kuwait

                          (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Sedikitnya 1 orang tewas dan 60 lainnya luka-luka setelah Iran melancarkan serangan ke Kuwait pada Rabu (3/6). Serangan drone dan rudal Iran di Kuwait juga menyebabkan kerusakan berat sejumlah "fasilitas penting," termasuk kantor diplomatik.

Kementerian Luar Negeri Kuwait segera mengeluarkan pernyataan kecaman keras atas "serangan-serangan brutal dan terus-menerus yang dilakukan Iran."

"Menteri menegaskan penolakan tegas Negara Kuwait terhadap tindakan agresi Iran yang terang-terangan, yang meningkatkan ketegangan, merusak keamanan dan stabilitas kawasan, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," demikian keterangan Kemlu Kuwait.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al Otaibi mengatakan "sejumlah drone musuh menargetkan terminal penumpang (T1)," dan menggambarkan serangan itu sebagai "agresi kriminal Iran, yang mengakibatkan kerusakan material yang signifikan pada bangunan dan cedera pada sejumlah orang."

la menegaskan angkatan bersenjata Kuwait memantau situasi tersebut berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait. Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait mengatakan, penerbangan di Bandara Internasional Kuwait telah ditangguhkan dan dialihkan ke bandara alternatif hingga pemberitahuan lebih lanjut. Bandara tersebut kemudian mengaktifkan rencana tanggap daruratnya.

Namun, Iran mengeklaim serangan ke Kuwait itu mengincar fasilitas AS terutama fasilitas militer AS. Serangan tersebut juga disebut Iran sebagai balasan atas serangan AS ke wilayah negara itu.

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim, Teheran sama sekali tidak menargetkan Bandara Internasional Kuwait. Sebelumnya, militer AS dilaporkan telah menyerang beberapa lokasi pulau Qeshm di Iran, di Selat Hormuz. Pasca kejadian itu, Pemerintah Kuwait mengusir 2 diplomat Iran dan memanggil pihak Kedubes Iran di Kuwait untuk menyampaikan nota protes.