KPK Sita Deretan Aset Mewah Kasus K3 Kemnaker dan PT Taspen
Juni 25, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Langkah pengembalian dana rampasan sebesar Rp153,6 miliar ke PT Taspen sebagai bagian dari pemulihan kerugian keuangan negara telah sukses dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengembalian uang tunai ini berkaitan erat dengan penanganan kasus investasi fiktif dengan terpidana eks Direktur Utama PT Taspen, Antonius Kosasih.
Direktur Labuksi KPK, Mungki Hadipratikto, menerangkan bahwa selain uang tunai, komisi antirasuah juga sedang mempersiapkan proses lelang untuk seluruh aset fisik yang telah disita dari perkara tersebut, serta dari kasus korupsi sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Mekanisme lelang ini nantinya akan dilaksanakan secara resmi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setelah semua barang selesai dinilai harganya.
Dalam perkara investasi fiktif PT Taspen sendiri, deretan properti dan barang mewah bernilai tinggi terdata masuk dalam daftar sitaan petugas. Aset-aset tersebut mencakup beberapa unit apartemen yang tersebar di Jakarta Selatan dan Tangerang, sejumlah lahan tanah di Serpong, logam mulia, perhiasan, serta empat buah kendaraan roda empat yang terdiri dari Hyundai Ioniq 5, Honda HR-V, dan sepasang Honda CR-V. Koleksi tas dari produsen ternama seperti Louis Vuitton, Goyard, Polène, dan Prada pun turut diamankan dari terpidana.
Sementara itu, dari ranah penyidikan kasus sertifikasi K3 Kemnaker, volume barang bukti yang disita negara tidak kalah fantastis. KPK menyita total 25 unit kendaraan bermotor yang terdiri atas 6 sepeda motor dan 19 mobil.
Tidak hanya itu, tim penyidik juga menyita emas batangan seberat 758 gram, perhiasan, serta tiga area tanah berikut bangunannya di daerah Bekasi dan Tangerang. Berbagai pernak-pernik premium penunjang gaya hidup mulai dari kacamata Prada, jam tangan, perlengkapan otomotif, hingga puluhan tas bermerek kelas dunia seperti Christian Dior, Gucci, Fendi, Givenchy, Balenciaga, Michael Kors, dan Tory Burch juga dipastikan disita oleh negara.