TNI AD Buka Suara Terkait Insiden Perusakan Toko di Kemayoran
Mei 07, 2026
Jakarta, bukainnews.id - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono angkat bicara terkait insiden perusakan toko kelontong “Adi Jaya” di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang melibatkan oknum anggota TNI AD pada Minggu (3/5) sore. "Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," ujar Donny saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa (6/5).
Donny menjelaskan, prajurit yang terlibat dalam kejadian itu berinisial Sertu AW. Keributan disebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang kemudian berkembang menjadi cekcok.
Menurut Donny, dalam peristiwa tersebut justru Sertu AW mengalami luka akibat penusukan yang dilakukan pemilik warung. "Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny.
Saat ini, Sertu AW masih menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran. Pihak TNI AD menyebut kerusakan toko yang terjadi setelah cekcok merupakan bagian dari situasi yang memanas di lokasi kejadian.
"Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tutur Donny.
Ia menegaskan TNI AD akan memproses setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai aturan yang berlaku.
"Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik," kata Donny.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kedua belah pihak juga telah sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
"Kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan," ujar Agung saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/5).
Di sisi lain, Ketua RT 09 RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Bambang (51), mengungkapkan penjaga toko berinisial DD sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.