Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rumah Bersejarah Prof. dr. Sardjito di Yogyakarta Akan Dijual

                            (Doc-Tirtoid)

Yogyakarta, bukainnews.id - Rumah peninggalan Prof. dr. Sardjito di kawasan Jalan Cik Di Tiro, Kota Yogyakarta, dikabarkan akan dijual oleh pihak keluarga. Meski demikian, ahli waris berharap rumah bersejarah tersebut tetap difungsikan sebagai hunian atau museum agar nilai sejarahnya tetap terjaga.

Prof. dr. Sardjito dikenal sebagai dokter, ilmuwan, pejuang kemerdekaan, sekaligus tokoh pendidikan Indonesia. Namanya kini diabadikan menjadi nama RSUP Dr. Sardjito.

Rumah milik rektor pertama Universitas Gadjah Mada itu berada tidak jauh dari Bundaran UGM dan memiliki gaya arsitektur Belanda dengan konsep rumah jengki. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.206 meter persegi dengan luas bangunan mencapai sekitar 800 meter persegi.

Kabar penjualan rumah itu menjadi perhatian publik setelah informasi penawarannya beredar di media sosial dan viral. Kerabat keluarga Sardjito, Budhi Susanto (70), menjelaskan keputusan menjual rumah merupakan hasil kesepakatan para ahli waris. Langkah tersebut diambil untuk menghindari potensi sengketa warisan di kemudian hari.

Menurut Budhi, sebelum diputuskan dijual, rumah itu sempat ditawarkan kepada sejumlah tokoh dan institusi pendidikan, termasuk Rektor UGM, Rektor Universitas Islam Indonesia, mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, hingga Wali Kota Yogyakarta saat ini, Hasto Wardoyo.

Rumah tersebut kini juga telah berstatus sebagai Rumah Warisan Budaya. Budhi menyebut sebagian besar bangunan masih mempertahankan kondisi aslinya sejak dahulu.

"Ini gentengnya, kayu dan bangunannya masih sama seperti dulu. Belum pernah diganti," urai Budhi. Tak hanya bagian bangunan, interior rumah hingga sejumlah mebel juga disebut masih merupakan peninggalan asli yang dahulu digunakan Prof. Sardjito dan keluarganya.