Matangkan Rencana Transformasi Pasar jadi Pilot Project, Hj. Mumun: Pasar Johar Sudah Berstandar SNI
Mei 11, 2026
Dalam kunjungan tersebut, dibahas skema baru yang bertujuan memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang. Melalui program ini, Perum Bulog akan bertindak sebagai distributor utama yang menyuplai sembako langsung kepada para pengecer di Pasar Johar. Dengan pola distribusi yang lebih efisien, biaya logistik diharapkan berkurang signifikan sehingga harga jual di tingkat konsumen menjadi lebih murah dan stabil.
Ketua Komisi II DPRD Karawang, Hj. Mumun Maemunah, menjelaskan bahwa pemilihan Pasar Johar bukan tanpa alasan. Pasar ini dinilai paling siap secara infrastruktur dan manajemen.
"Pasar Johar sudah berstandar SNI. Selain itu, sebagai pasar dengan skema Build Operate Transfer (BOT), kerja samanya dengan pemerintah daerah selama ini berjalan cukup baik," ujarnya.
Terkait kendala administratif, Mumun mengapresiasi komitmen pengelola pasar. Meski masih memiliki sisa piutang retribusi akibat dampak pandemi Covid-19, pihak pengelola tetap kooperatif dengan melakukan pembayaran secara rutin.
Kendati dinilai siap, Komisi II memberikan beberapa catatan penting untuk perbaikan ke depan, di antaranya:
1. Penyelesaian Revitalisasi: Masih ada area yang belum diperbaiki karena kendala relokasi pedagang.
2. Pendataan Kios Luar: Perlunya pembinaan bagi pedagang di luar area utama pasar.
3. Ketertiban Parkir: Penataan parkir di sekitar pasar yang harus segera dibenahi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Komisi II DPRD Karawang berharap seluruh sistem pendukung dapat segera disiapkan agar program pengendalian inflasi ini berjalan optimal.
"Jika implementasi di Pasar Johar ini sukses, kita akan jadikan ini sebagai model atau percontohan untuk diterapkan di seluruh pasar yang ada di Kabupaten Karawang," pungkasnya.
Dengan adanya program ini, masyarakat Karawang diharapkan tidak lagi terbebani oleh fluktuasi harga pangan yang tajam. Sekaligus, memperkuat ketahanan pangan daerah.