Kemenkes Waspadai Dugaan Kasus Hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta
Mei 15, 2026
(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukainnews.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya dugaan kasus baru hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta. Saat ini, dua kasus suspek tengah menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan keterkaitannya dengan klaster internasional kapal pesiar MV Hondius.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan kedua pasien dalam kondisi stabil dan sedang menjalani isolasi. Salah satu pasien diketahui memiliki riwayat kontak dekat dengan penumpang yang baru kembali dari perjalanan internasional.
Meski hasil tes awal menunjukkan negatif, keduanya tetap menjalani karantina selama 14 hari sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.
“Surveillance kami perketat di seluruh pintu masuk internasional, terutama bandara dan pelabuhan. Kami bekerja sama dengan WHO untuk memantau potensi penyebaran,” ujar Acting Director General of Disease Control Kemenkes, Andi Saguni, dalam konferensi pers, Rabu (13 Mei 2026).
Kewaspadaan pemerintah meningkat setelah kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian dunia akibat munculnya klaster hantavirus varian Andes pada awal Mei 2026. Hingga 8 Mei 2026, WHO mencatat delapan kasus, termasuk enam yang telah terkonfirmasi dan tiga kematian.
Kapal pesiar yang berlayar dari Argentina tersebut kemudian dialihkan rutenya, sementara para penumpang dievakuasi dan menjalani karantina di sejumlah negara.
Di Indonesia sendiri, sejak 2024 hingga 2026 tercatat sebanyak 23 kasus hantavirus dengan tiga kematian. Sebagian besar kasus sebelumnya tidak berkaitan dengan kapal pesiar, namun pemerintah tetap mengantisipasi potensi imported case dari luar negeri.
Kemenkes mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Penyakit hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan kotoran tikus yang terinfeksi dan bukan melalui penularan antarmanusia secara umum, kecuali pada varian Andes tertentu.
Gejala awal penyakit ini disebut menyerupai flu berat, seperti demam tinggi, sakit kepala, dan gangguan pernapasan yang dapat berkembang cepat menjadi lebih serius.
Pemerintah juga memperketat pemeriksaan penumpang di sejumlah pintu masuk internasional, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, khususnya bagi pelaku perjalanan dari negara berisiko seperti Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan perjalanan internasional atau memiliki kontak dengan hewan pengerat.