Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Interpol Polri Sebut Indonesia Kini Jadi Target Operasi Sindikat Kejahatan Online Asia Tenggara

                          (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Biro Pusat Nasional NCB Interpol Divisi Hubinter Polri mengungkap adanya pergeseran pola kejahatan transnasional di kawasan Asia Tenggara. Indonesia disebut kini mulai menjadi tujuan baru operasi sindikat kejahatan online internasional.

Hal itu disampaikan Ses NCB Interpol Polri Brigjen Untung Widyatmoko saat konferensi pers penggerebekan kantor sindikat judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5).

"Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia," kata Ses NCB Interpolei Polri, Brigjen Untung Widyatmoko dalam jumpa pers penggrebekan kantor sindikat j--ol di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5).

Menurut Untung, pengungkapan kasus di Jakarta Barat tersebut merupakan pengembangan dari kasus serupa yang sebelumnya dibongkar di Batam, Kepulauan Riau.

Dalam operasi itu, polisi menangkap total 321 warga negara asing (WNA) yang berasal dari berbagai negara, yakni 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, 5 warga Thailand, 3 warga Malaysia, dan 3 warga Kamboja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Untung menjelaskan, sebelumnya pusat operasi kejahatan online banyak berada di negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Selain judi online, sindikat juga diketahui menjalankan aksi love scam hingga investasi online ilegal.

"Setelah ditertibkan, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi," katanya.

Ia menambahkan, pengungkapan jaringan serupa sebelumnya juga pernah dilakukan di sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Denpasar, Solo, Yogyakarta, Sukabumi, dan Bogor.

Meski demikian, pihak kepolisian mengaku belum memiliki data pasti terkait jumlah keseluruhan sindikat yang telah masuk ke Indonesia.

Menurut Untung, sebagian besar pelaku masuk ke Indonesia menggunakan izin wisata dan memanfaatkan fasilitas bebas visa kunjungan. Mereka juga disebut datang atas ajakan jaringan sindikat yang lebih dulu beroperasi di Indonesia.

Selain Indonesia, beberapa negara lain juga disebut menjadi tujuan baru sindikat kejahatan online internasional, di antaranya Afrika Selatan dan Uni Emirat Arab.

"Itu tidak bisa dipungkiri, ya. Kita butuh adanya kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tetapi di sisi lain, memang ini ada seperti dua sisi mata uang," katanya.