Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Fakta Baru Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Ada Dugaan Jeda 30 Menit Sebelum Tabrakan

                           (Doc-nixnews)

Bekasi, bukainnews.id - Polisi masih terus menyelidiki insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek yang kini bernama KA Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026 lalu. Peristiwa tersebut menewaskan belasan orang dan menjadi perhatian publik.

Salah satu hal yang tengah didalami penyidik yakni adanya informasi mengenai jeda waktu sekitar 30 menit antara insiden taksi Green SM tertabrak KRL dengan kecelakaan lanjutan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek.

"Waktu 30 menit ini masih didalami oleh Puslabfor, termasuk dari perkeretaapian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5) lalu.

Budi menjelaskan, penyidik telah meminta keterangan dari Kapusdal PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 untuk mendalami operasional perjalanan kereta pada hari kejadian.

"Mulai dari awal kejadian sampai dengan terjadi temper antara kereta api listrik dengan taksi online. Setelah itu ada kereta listrik yang mengantre karena ada terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek," ucap dia.

Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan adanya persoalan pada sistem peringatan dini atau early warning system serta voice logger milik PT KAI.

Sebagai informasi, voice logger merupakan sistem perekaman suara digital yang digunakan untuk merekam komunikasi antara petugas operasional dan pusat kendali secara real time.

"Ini masih didalami apakah terkait tentang early warning system ataupun voice logger ataupun informasi yang disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat informasi belum apabila ada di depan kereta api yang sedang mengalami kecelakaan dan berhenti. Ada dua kereta api, yang satu mengalami kecelakaan dan satu berhenti. Ini masih dalam pendalaman," tutur Budi.

Tak hanya itu, polisi bersama Puslabfor dan KNKT juga menyelidiki sistem persinyalan pada saat kecelakaan terjadi, termasuk dugaan adanya sinyal hijau yang diberikan kepada KA Argo Bromo Anggrek sebelum melintas di wilayah Tambun.

"Ini juga masih didalami tentang sinyal hijau (saat peristiwa terjadi). Saksi memberikan sinyal hijau kepada kereta api Argo Bromo Anggrek nomor 4B yang melintas di wilayah Tambun. Nah, ini juga masih dilakukan pendalaman oleh Puslabfor, penyidik, serta KNKT," katanya.