Diduga Tak Netral saat LCC MPR RI, Shindy Lutfiana Mengaku Kehilangan Pekerjaan
Mei 15, 2026
(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukainnews.id - Nama Shindy Lutfiana Al Aziz mendadak menjadi sorotan publik usai viral karena pernyataannya saat menjadi pembawa acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Pontianak. Kontroversi bermula ketika final LCC yang digelar pada Sabtu (9/5/2026) diwarnai protes dari peserta SMAN 1 Pontianak terkait jawaban yang dinilai disalahkan oleh dewan juri. Dalam momen tersebut, Shindy sebagai MC dianggap tidak netral saat merespons keberatan peserta.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Shindy menyebut protes peserta hanya soal “perasaan” dan meminta peserta melihat tayangan ulang pertandingan. Pernyataan itu kemudian menuai kritik dari warganet yang menilai dirinya terlalu membela pihak juri.
Akibat polemik tersebut, Shindy mengaku kehilangan sejumlah pekerjaan. Pada 12 Mei 2026, Avi Catering selaku event organizer sekaligus wedding planner resmi mengumumkan penghentian kerja sama dengan dirinya. Dalam pernyataan resminya, pihak Avi Catering turut menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.
Shindy kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial pribadinya. Ia mengakui telah melakukan kesalahan karena tidak bersikap netral saat memandu jalannya lomba.
“Saya mengakui kesalahan saya. Saya seharusnya lebih netral dan tidak terburu-buru mendukung satu pihak tanpa memastikan semuanya,” tulis Shindy dalam unggahannya.
Ia juga mengungkapkan kesedihannya karena mendapat hujatan hingga dihakimi oleh sebagian rekan seprofesi setelah video tersebut viral. Sebelum kontroversi itu mencuat, Shindy dikenal sebagai MC yang cukup aktif di Kalimantan Barat. Ia kerap membawakan acara pernikahan, event resmi, hingga pernah mengikuti kompetisi bakat pembawa acara.
Polemik ini turut menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai pengingat pentingnya profesionalisme dan netralitas seorang MC dalam memandu acara kompetisi. Sementara itu, hingga kini MPR RI belum memberikan pernyataan resmi lanjutan terkait kontroversi penilaian dalam final LCC tersebut. Di sisi lain, peserta SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha bersama timnya, mendapat banyak dukungan publik hingga sempat bertemu dengan Gibran Rakabuming Raka.