Bejad! Oknum TNI di Konawe Selatan Diduga Cabuli Siswi SD
Mei 06, 2026
Konawe Selatan, bukainnews.id – Seorang oknum anggota TNI berinisial Sertu MB dilaporkan atas dugaan tindakan asusila terhadap seorang siswi sekolah dasar di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Insiden tersebut ditengarai terjadi di kediaman pelaku sekitar pertengahan April 2026.
VN, bibi dari korban, menjelaskan bahwa dugaan ini didukung oleh temuan pemeriksaan medis awal. Beliau menyatakan, “Hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi kuat adanya dugaan pencabulan,” saat memberikan keterangan kepada awak media.
Saat ini, fokus utama pihak keluarga adalah memberikan pendampingan psikologis intensif bagi korban yang mengalami trauma berat, sembari terus mengawal proses hukum. VN menegaskan, “Kami ingin keadilan tetap ditegakkan, meskipun pelaku saat ini masih buron,”.
Kuasa hukum korban, Andre Darmawan, mengungkapkan bahwa perbuatan bejat tersebut diduga dilakukan lebih dari satu kali. Menurutnya, kedekatan lokasi rumah pelaku dengan sekolah serta adanya hubungan kekerabatan membuat korban sering berkunjung. “Rumah pelaku dekat dengan sekolah korban. Karena masih kerabat, korban sering singgah sepulang sekolah. Situasi itu dimanfaatkan pelaku,” ungkap Andre pada Kamis (30/4).
Ia menambahkan bahwa berdasarkan keterangan korban, aksi tersebut telah berulang kali terjadi. “Dari pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan berkali-kali. Hasil visum juga mengonfirmasi adanya kekerasan,” tuturnya.
Pihak TNI melalui Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Danny Ap Girsang, telah mengonfirmasi adanya kasus ini. Menurut Danny, pelaku sempat memberikan keterangan awal. “Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pelecehan dengan cara memegang. Namun ini masih hasil pemeriksaan awal, belum penyidikan resmi,” jelasnya.
Namun, upaya penegakan hukum sempat terhambat karena Sertu MB melarikan diri. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, memberikan klarifikasi bahwa pelaku kabur sebelum proses pelimpahan kasus. “Belum sempat diserahkan ke Denpom, yang bersangkutan melarikan diri saat interogasi di satuan,” pungkasnya.