Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

TAUD Temukan Dugaan 16 Pelaku dalam Kasus Penyiraman Air Keras

                           (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Hasil investigasi independen Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap adanya dugaan keterlibatan 16 orang dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Peneliti Ravio Patra menyebut para terduga pelaku bekerja secara terstruktur dalam empat kelompok, yakni tim eksekusi, pengintai jarak dekat, komando, dan pengintai jarak jauh.

Tim eksekusi memiliki peran utama dalam pelaksanaan aksi, sementara tim lain bertugas melakukan pemantauan serta koordinasi di berbagai titik strategis di sekitar lokasi kejadian. "Kami menganalisis 34 CCTV di sekitar YLBHI, Kontras, Lokataru, hingga TKP. Hasilnya, ditemukan setidaknya belasan pelaku yang saling terhubung satu sama lain," ujar Afif Abdul Qoyyim dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan dugaan pasal percobaan pembunuhan berencana dan terorisme. Afif juga menilai keterlibatan warga sipil dalam kasus ini sangat mungkin terjadi, terlebih sebelumnya penanganan kasus sempat dilimpahkan ke Puspom TNI setelah adanya tersangka dari unsur militer.

Selain analisis rekaman CCTV, tim investigasi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti wadah air keras, helm yang meleleh, serta kendaraan yang diduga digunakan pelaku.

 "Kami menunjukkan rekaman CCTV dengan kronologi yang runut. Meskipun ada sedikit perbedaan waktu (timestamp) pada dua kamera, sisanya dipastikan akurat dan menunjukkan adanya pergerakan yang terorganisir," ungkap Ravio.