Tak Penuhi Standar Sanitasi, 1.780 SPPG Dihentikan Sementara
April 24, 2026
(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukainnews.id - Sebanyak 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara dihentikan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional dalam rangka evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna memastikan standar pelayanan tetap terjaga, khususnya terkait aspek kebersihan dan sanitasi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut jumlah tersebut dapat berubah sewaktu-waktu karena proses perbaikan terus berjalan di lapangan.
"Jadi sangat dinamis, sehingga sekarang ada sekitar 1.780 (SPPG) yang kita hentikan sementara. Mungkin dalam seminggu, dua minggu akan berubah juga angkanya," ucap Dadan.
Penghentian sementara ini menyasar unit yang belum memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), termasuk yang masih dalam proses pengajuan namun belum memperoleh sertifikat dalam waktu tertentu.
"SPPG-SPPG yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum daftar Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), kita hentikan dulu sementara. Ketika sudah daftar SLHS tapi satu bulan belum keluar sertifikatnya, kita hentikan sementara," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, pengawasan program juga diperkuat dengan melibatkan inspektorat untuk memastikan permasalahan teknis dapat ditangani secara lebih rinci.
Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah di era Prabowo Subianto, yang menargetkan peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui layanan yang terstandarisasi. Dari total 26.800 SPPG yang ada, sebagian harus dihentikan sementara hingga memenuhi standar yang ditetapkan.