Tewasnya Ali Larijani dalam Serangan Udara Israel sebabkan Eskalasi di Timur Tengah
Maret 19, 2026
(Doc-fin.co.id)
Jakarta, bukainnews.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak menyusul laporan tewasnya Ali Larijani akibat operasi udara yang dilancarkan militer Israel pada Selasa waktu setempat. Pemerintah Iran telah memberikan konfirmasi resmi mengenai wafatnya tokoh berusia 67 tahun tersebut hanya berselang beberapa jam setelah klaim serangan diumumkan pihak Israel.
Larijani dikenal sebagai sosok sentral dalam peta keamanan Iran, terutama di tengah meningkatnya intensitas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir. Ia dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pemerintahan di bawah tekanan militer yang besar. Selain Larijani, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga melaporkan bahwa putranya, Morteza Larijani, turut menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dalam rekam jejak kariernya, Larijani pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran selama lebih dari satu dekade dan menjadi penasihat dekat mendiang Ali Khamenei untuk isu strategi nuklir. Ia juga sempat terlibat aktif dalam upaya diplomasi melalui mediator internasional di Oman terkait hubungan dengan pemerintahan Donald Trump.
Meski dikenal sebagai seorang intelektual dan penulis karya filsafat, Larijani tidak luput dari kontroversi. Namanya masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat atas dugaan keterlibatan dalam tindakan represif terhadap aksi protes domestik.
Kepergian Larijani dipandang sebagai pukulan telak bagi Iran mengingat besarnya pengaruh beliau dalam perumusan strategi negara. Peristiwa tragis ini diperkirakan akan mengubah arah kebijakan sekaligus memperdalam ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.