Kementerian PKP Luncurkan Program Gentengisasi, Pemerintah Borong 75.000 Genteng UMKM
Maret 13, 2026
(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukainnews.id - Program pemberdayaan UMKM terus didorong pemerintah melalui sektor perumahan. Kali ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meluncurkan program gentengisasi dengan membeli produk dari sentra genting Jatiwangi, Majalengka, pada Rabu (11/3/2026).
Peluncuran program tersebut ditandai dengan komitmen transaksi senilai Rp3 miliar untuk pengadaan genteng yang akan digunakan dalam pembangunan perumahan rakyat. Selain mendukung program perumahan, langkah ini juga bertujuan memperkuat ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Menteri PKP, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, mengatakan pihaknya telah memborong 14 truk genteng dari sentra produksi Jatiwangi dengan total sekitar 75.000 unit.
Menurut Ara, kebijakan gentengisasi tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan perumahan juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kecil.
"Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan pembangunan itu memberi manfaat bagi rakyat kecil dan UMKM kita," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (12/3/2026).
Ia menegaskan bahwa para pelaku UMKM perlu menjaga mutu produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ara juga mendorong produsen genteng di berbagai daerah untuk turut mengambil bagian dalam program pemerintah tersebut.
"UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI," tutur Ara.
Selain pemesanan awal, Kementerian PKP juga berencana menambah pembelian genteng untuk kebutuhan pembangunan rumah susun bagi prajurit TNI. Ara menyebut pihaknya akan memesan tambahan sebanyak 10 truk genteng.
Dengan tambahan tersebut, total pemesanan genteng dalam program gentengisasi mencapai 24 truk. Dari jumlah tersebut, 14 truk telah lebih dulu dilepas untuk dikirim ke sejumlah proyek pembangunan perumahan rakyat di berbagai wilayah.
Program ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan perumahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sentra industri genteng lokal seperti di Jatiwangi, Majalengka.