Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dituduh Santet Warga, Kakek di Pasuruan jadi Korban Pengeroyokan

                            (Doc-Istimewa)

Pasuruan, bukainnews.id - Seorang pria lanjut usia berinisial M (80) menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah warga di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah dituduh melakukan praktik santet terhadap seorang warga bernama Amsori. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi Prabowo mengatakan kasus tersebut diduga merupakan tindak penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah orang.

"Terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama karena saudara Musthofa dituduh telah menyantet saudara Amsori," kata Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi Prabowo saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula ketika seorang warga berinisial J bersama beberapa orang lainnya mendatangi rumah korban di Dusun Kampung Baru, Desa Pasinan. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan merusak bagian bangunan.

"Lalu melihat saudara M dalam posisi tidur, langsung menarik tangan M untuk keluar rumah," ucapnya.

Aksi tersebut sempat dilerai oleh warga sekitar bernama Sri Wahyuni, namun ia mendapat ancaman agar tidak mencampuri persoalan tersebut.

Setelah itu korban dipaksa mendatangi rumah Amsori di Dusun Tegalan, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok. Korban berangkat bersama anaknya, Rosul, yang mengantar menggunakan sepeda motor.

"Kemudian M dengan terpaksa menuruti kemauan J dkk untuk mendatangi rumah saudara Amsori di Dusun Tegalan, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, dengan didampingi oleh anaknya bernama Rosul yang mengendarai sepeda motor," katanya.

Namun situasi di lokasi tidak terkendali sehingga korban menjadi sasaran pengeroyokan. Anak korban sempat mencoba melindungi ayahnya dari serangan warga.

Polisi kemudian datang ke lokasi dan membawa korban ke kantor polisi guna menghindari kemarahan massa.

"Setelah itu pihak kepolisian mendatangi TKP, langsung mengamankan M dan membawanya ke polsek untuk menghindari amukan massa," ujar dia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian lengan kanan dan kiri dan sempat mendapatkan perawatan di RSUD Grati.

"Korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Grati," kata dia.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan serta mengumpulkan barang bukti terkait kasus tersebut.

"Barang bukti visum, pecahan kaca jendela, dan serpihan pintu," ucapnya.