Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

AS Ancam Serang Infrastruktur Energi Iran dalam 48 Jam

                           (Doc-Fakta Indo)

Timur Tengah, bukainnews.id - Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Ia mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran jika akses jalur strategis tersebut tidak dibuka dalam waktu 48 jam.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PLTU mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU," tulis Trump di Truth Social pada Sabtu (21/3/2026).

Ancaman tersebut muncul di tengah tekanan yang dihadapi Trump untuk memastikan keamanan jalur pelayaran vital. Iran sebelumnya menegaskan tidak akan membuka Selat Hormuz bagi “kapal musuh”, yang memicu lonjakan harga minyak serta gejolak di pasar keuangan global. Bahkan, harga gas di Eropa dilaporkan naik hingga 35 persen pada pekan kedua Maret 2026.

Menanggapi ultimatum itu, militer Iran menyatakan siap membalas dengan menargetkan seluruh infrastruktur energi milik AS di kawasan Teluk jika serangan terhadap fasilitas energi Iran benar-benar terjadi.

Pernyataan Trump ini juga menandai perubahan sikap, setelah sebelumnya ia sempat mengindikasikan pengurangan keterlibatan militer di Timur Tengah. Kini, situasi justru mengarah pada eskalasi konflik yang lebih luas, meski belum ada rincian target spesifik yang disebutkan dalam ancaman tersebut.