Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Penelantaran dalam Kasus Bocah Tewas di Sukabumi

                          (Doc-Istimewa)

Sukabumi, bukainnews.id - Perkembangan baru muncul dalam kasus kematian NS (13), bocah di Sukabumi, Jawa Barat, yang sebelumnya menjadi perhatian publik karena ditemukan dengan luka lecet dan luka bakar di tubuhnya. Pada Selasa (24/2), ibu kandung korban, Lisnawati, mendatangi Mapolres Sukabumi untuk melaporkan mantan suaminya, AS.

Menurut kuasa hukumnya, langkah tersebut diambil karena adanya dugaan kelalaian dan pembiaran yang diduga berkontribusi terhadap meninggalnya korban. Sebelumnya, Lisnawati juga telah melaporkan ibu tiri korban, TR, atas dugaan pembunuhan berencana.

"Klien kami seorang ibu yang kehilangan anaknya. Artinya, ia melapor sebagai korban yang kehilangan anaknya. Patut diduga adanya kelalaian dan pembiaran, oleh karena itu klien kami memberi kuasa kepada kami untuk melaporkan AS," kata kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti di Mapolres Sukabumi, Selasa.

Tim kuasa hukum mengaku memiliki bukti berupa pesan singkat dari AS kepada Lisnawati, yang dikirim dua hari sebelum NS meninggal dunia. Dalam percakapan tersebut, disebutkan bahwa korban dalam kondisi sakit di rumah.

"Isi chat dari ayah kepada klien kami menyampaikan bahwa (NS) sakit (keras) di rumah. Lisna bertanya, 'Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?'. (Dijawab) 'Ya biarkan saja, kalaupun dia meninggal tinggal dimakamkan di pemakaman keluarga dekat ayahnya yang kami laporkan,' jelas anggota tim kuasa hukum, Mira Widyawati.

"Belum ada waktu, masih sibuk. Kalaupun meninggal, ikhlaskanlah katanya," tambah Mira menirukan isi pesan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum juga mengungkap alasan Lisnawati tidak bertemu dengan anaknya selama empat tahun terakhir. Disebutkan bahwa ia dihalang-halangi, bahkan dikabarkan telah meninggal dunia. Trauma akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya juga menjadi faktor.

"Sudah 4 tahun ibu kandungnya tidak bertemu anaknya karena dihalang-halangi. Bahkan, Lisnawati diceritakan sudah meninggal. Kenapa ibunya tidak berupaya mencari anaknya? Karena trauma. Lisnawati menderita trauma sejak mengandung akibat KDRT (yang dilakukan AS). Rambutnya dipotong pakai apa, Teh?" tanya Krisna kepada kliennya.

"Dipotong pakai golok," jawab Lisnawati.

Krisna menegaskan perbedaan sangkaan terhadap kedua terlapor tersebut.

"Bukan (pembunuhan berencana), dugaan pembunuhan berencana itu kami laporkan kepada ibu tirinya. Terhadap AS, kami melaporkannya atas dugaan kelalaian, pembiaran, dan penelantaran," pungkasnya.