Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kolak Srikaya Manyar, Manisnya Tradisi Ramadhan yang Selalu Dinanti

(Doc-nixnews)

Gresik, bukainnews.id – Di tengah beragam kuliner khas Ramadhan, Kolak Srikaya menjadi sajian istimewa yang hanya bisa ditemukan setahun sekali di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kehadirannya selalu dinanti warga sebagai pelengkap berbuka puasa.

Tradisi ini masih dipertahankan oleh Fatimah (50), warga Dusun Pesucinan, Desa Leran, Manyar. Setiap hari selama Ramadhan, ia mulai mempersiapkan bahan sejak pukul 14.00 WIB.

"Ini hanya disediakan saat bulan puasa saja. Selain disuguhkan untuk anak dan cucu di rumah, saya juga jual di depan rumah. Bulan-bulan lain ya nggak ada," ujar Fatimah.

Dalam sehari, ia memproduksi sekitar 50 cup Kolak Srikaya yang dijual seharga Rp4.000 per cup. Jumlah tersebut sengaja dibatasi agar kualitas rasa tetap terjaga.

Untuk membuat 12 porsi, Fatimah menggunakan satu buah kelapa sebagai bahan santan, 750 gram gula pasir, dua butir telur, serta dua liter air. Adapun pelengkapnya meliputi pisang, roti tawar, bubur mutiara, dan daun pandan.

Secara visual, Kolak Srikaya tampak mirip bongko kopyor. Perbedaannya terletak pada kemasan, karena kolak ini disajikan dalam cup plastik, bukan dibungkus daun pisang. Kuah santan manis yang lembut menjadi dasar hidangan, dilengkapi roti tawar yang mengapung, taburan mutiara, serta irisan pisang.

Aroma santan yang berpadu dengan wangi pandan memberikan sensasi khas menjelang waktu berbuka. Roti yang menyerap kuah santan, kenyalnya mutiara, dan lembutnya pisang menciptakan rasa hangat yang menenangkan setelah seharian berpuasa.

Bagi masyarakat Manyar, Kolak Srikaya bukan sekadar makanan manis, tetapi juga bagian dari tradisi Ramadhan yang terus lestari.