Viral Dikeroyok Murid, Guru SMK Negeri 3 Tanjabtim Lapor Polisi
Januari 19, 2026
(Doc-nixnews)
Jambi, bukainnews.id - Kasus dugaan pengeroyokan terhadap guru SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur kini ditangani Polda Jambi. Korban, Agus Saputra, resmi melaporkan peristiwa tersebut setelah insiden yang melibatkan sejumlah siswanya viral di media sosial.
Kakak kandung Agus, Nasir, mengatakan laporan dibuat pada Kamis (15/1/2026) malam. "Kita bikin laporan tentang kasus pengeroyokan yang dilakukan siswa. Kondisi adik saya (Agus) masih pusing tadi di-BAP dari jam 4 sore, baru selesai sekarang," ujar Nasir.
Menurut Nasir, penyebaran video kejadian di media sosial telah berdampak serius pada kondisi mental korban. "Karena sudah viral ini, ya, ada yang merugikan adik saya secara mental. Psikisnya terganggu, nama baiknya tercoreng di media sosial dan warga. Jadi kami sebagai warga negara berhak untuk melaporkan tindakan pengeroyokan ini," katanya.
Selain tekanan psikologis, Agus juga mengalami luka fisik berupa lebam di beberapa bagian tubuh. "Kondisnya paling pegal-pegal pasti, mungkin teman-teman bisa lihat di video yang beredar. Sudah ada visum, ada bekas lebam-lebamnya," jelas Nasir.
Terkait kelanjutan perkara, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. "Untuk langkah hukumnya, kita serahkan ke Polda Jambi. Menunggu dari pihak kepolisian nanti bagaimana," ujarnya.
Peristiwa ini bermula pada Selasa (13/1/2026) pagi saat Agus mendengar salah satu siswa melontarkan kata-kata tidak pantas kepadanya. Ia kemudian masuk ke kelas dan meminta siswa tersebut mengaku.
Salah satu siswa mengakui perbuatannya, namun situasi justru memanas setelah siswa tersebut menantang Agus hingga terjadi penamparan. Agus mengklaim tindakannya sebagai bentuk pendidikan moral.
Upaya mediasi oleh guru lain tidak membuahkan hasil. Emosi para siswa memuncak dan berujung pada aksi pengeroyokan terhadap Agus. Sementara itu, sebagian siswa menyebut Agus sempat mengucapkan kata ‘miskin’. Tuduhan tersebut dibantah Agus, yang menegaskan pernyataannya tidak dimaksudkan untuk mengejek. Ia menyampaikan, "kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan."