Iran Eksekusi Mati Mata-Mata Mossad, Ternyata Warganya Sendiri
Januari 09, 2026
(Doc-Tirtoid)
Iran, bukainnews.id - Pemerintah Iran melaksanakan eksekusi mati terhadap seorang pria bernama Ali Ardestani yang dituding sebagai mata-mata badan intelijen Israel, Mossad, pada Rabu (7/1/2026). Informasi tersebut disampaikan oleh kantor berita resmi negara Iran, IRNA.
Dalam laporannya, IRNA menyebutkan bahwa Ali Ardestani telah mengakui keterlibatannya bekerja sama dengan Mossad. Ia disebut dijanjikan imbalan berupa mata uang kripto serta visa ke Inggris sebagai balasan atas aktivitas spionase yang dilakukan.
Meski demikian, IRNA tidak membeberkan secara rinci kapan dan di mana Ali pertama kali ditangkap. Pemerintah Iran menegaskan bahwa perkara tersebut telah diproses melalui jalur hukum, mulai dari pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung.
Media Iran, Mizan, sebagaimana dikutip Xinhua, melaporkan bahwa Ali direkrut Mossad melalui media sosial. Ia kemudian menjalankan berbagai misi, seperti memotret lokasi strategis dan menyampaikan informasi mengenai individu-individu tertentu.
"Hukuman mati terhadap Ali Ardestani atas tindak pidana spionase untuk kepentingan layanan intelijen Mossad dengan memberikan informasi sensitif negara telah dilaksanakan setelah disetujui oleh Mahkamah Agung dan melalui prosedur hukum," kata Mizan pada Rabu seperti diberitakan Reuters.
Eksekusi terhadap terpidana spionase Israel di Iran diketahui meningkat sepanjang tahun 2025. Lonjakan tersebut terjadi setelah konflik pada Juni lalu, menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.
Menurut laporan AP News, sedikitnya 12 orang telah dieksekusi di Iran atas tuduhan spionase sejak perang udara tersebut. Kebijakan ini menuai kecaman dari organisasi HAM dan negara-negara Barat, yang menuding Iran menjatuhkan hukuman mati berdasarkan pengakuan paksa. Sementara itu, pemerintah Iran bersikeras bahwa para terpidana merupakan agen intelijen asing yang terlibat dalam aksi teror dan sabotase.