Tak Pakai APD, Buruh Bangunan Tersengat Listrik saat Perbaiki Dapur MBG
Desember 31, 2025
(Doc-nixnews)
Pangkep, bukainnews.id - Kecelakaan kerja terjadi di Kabupaten Pangkep setelah seorang buruh bangunan bernama Syahrul (20) tersengat listrik saat mengerjakan perbaikan atap dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (29/12). Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA di lantai dua bangunan SPPG 02 Bungoro yang berlokasi di Jalan Poros Biringkassi, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro. Korban saat itu bekerja bersama dua orang rekannya dengan pembagian tugas masing-masing.
Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Muhammad Saleh, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja.
"Benar hari ini telah terjadi laka kerja, seorang buruh bangunan kesetrum listrik saat bekerja di atap bangunan dapur MBG," kata Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Muhammad Saleh, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, Syahrul bertugas menarik campuran semen ke atas atap. Namun tanpa disadari, korban menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi.
"Dalam proses pengerjaannya bangunan tersebut korban bekerja tiga orang jadi salah satu yang mengaduk semen, satu yang menarik campuran naik, kemudian satunya lagi mengerjakan di atas. Kebetulan lelaki Syahrul ini menarik campuran itu yang untuk dinaikkan di atas atap namun pada saat menarik campuran tersebut, tanpa sadar lelaki Syahrul menyentuh kabel listrik dan tersengat," ucapnya.
Akibat sengatan listrik jaringan menengah dengan kekuatan sekitar 20 ribu volt, korban mengalami luka bakar serius di bagian tubuhnya.
"Kondisi korban saat ini sementara dirawat di rumah sakit yang mengalami luka bakar sekitar 75%," ucapnya.
Pihak kepolisian kini memanggil pihak yang mempekerjakan korban guna menyelidiki dugaan kelalaian. Korban diketahui tidak mengenakan alat pelindung diri saat bekerja di lokasi yang memiliki risiko tinggi.
"Kami saat ini sementara melakukan penyelidikan terkait masalah kelalaian terhadap pemberi kerja karena yang dikerjakan tempat itu memang penuh resiko dengan tegangan listrik yang menengah jaraknya hanya kurang lebih 1 meter lebih dari jarak kabel tersebut sama sekali tidak ada pelindung diri yang dipakai," ungkapnya.
Lebih lanjut, AKP Muhammad Saleh menegaskan bahwa pihak PLN sebelumnya telah mengingatkan pemilik ruko agar pekerjaan di area tersebut dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat.
"Saya jelaskan di sini bahwa pihak pemberi kerja dalam hal ini pemilik ruko tersebut sudah diingatkan oleh pihak PLN sebelumnya bahwa kalau mau dikerjakan itu harus memakai alat safety hati-hati karena memang tegangan listrik di sekitar tempatnya bekerja terus sangat dekat," pungkasnya.