Hujan Tak Padamkan Api Gambut di Palangka Raya, 13 Ribu Titik Panas Terlihat di Kalteng
Oktober 27, 2026
Palangkaraya, bukainnews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih menyisakan bara api di bawah permukaan tanah. Kepulan asap tebal dan percikan api terus muncul meski kawasan tersebut sempat diguyur hujan.
Kondisi itu terjadi karena bara api masih tersimpan di lapisan bawah lahan gambut. Untuk mengatasi kebakaran, tim pemadam harus menyemprotkan air bertekanan tinggi secara berulang pada titik yang sama agar api menjalar tidak semakin dalam dan bara di bagian akar dapat padam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran masih melanda sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan hingga 23 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB, jumlah titik panas secara nasional mencapai 19.708 titik. Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 41.554 hektare, dengan sekitar 26.681 hektare masih dalam kondisi belum padam.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian utama dalam upaya penanganan karhutla. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut wilayah tersebut mencatat lebih dari 13 ribu titik panas.
"Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama. Tercatat 13.297 titik panas, luas terbakar 25.942 hektare, dan sekitar 19.076 hektare masih belum padam," ujar Berton, Minggu (25/10/2026).
Banyaknya titik panas dan luas lahan yang belum padam menunjukkan bahwa upaya pemadaman masih menghadapi tantangan, terutama di kawasan gambut. Bara api yang bertahan di bawah permukaan dapat kembali memunculkan asap dan api meski hujan telah turun.
Penanganan karhutla pun membutuhkan penyiraman berulang serta pemantauan lanjutan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan mencegah kebakaran kembali meluas.