Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Khawatir Gempa Susulan, Ribuan Warga Sikka Mengungsi

                               (Doc-Tirtoid)

Nusa Tenggara Timur, bukainnews.id - Sebanyak 1.179 warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungsi setelah gempa kuat mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026). Pemerintah Kabupaten Sikka menyediakan posko pengungsian untuk menampung warga yang meninggalkan rumah.

Sebagian besar warga memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan dan potensi tsunami. Para pengungsi berasal dari sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir Kota Maumere dan sekitarnya.

Warga dari Kelurahan Kota Uneng dan Kelurahan Wuring turut meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Sebelumnya, sebagian warga mengungsi secara mandiri ke halaman Kantor Bupati Sikka.

Pemerintah kemudian memindahkan mereka ke posko terpusat di Stadion Gelora Samador Maumere. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan stadion sebagai posko utama pengungsian.

"Untuk penanganan masyarakat, sekarang kita sudah mendirikan posko pengungsian. Sudah satu posko utama di stadion," kata Bupati.

Ratusan warga terlihat memenuhi kawasan Stadion Gelora Samador pada Sabtu malam. Mereka membawa anak-anak, lansia, serta sejumlah barang kebutuhan setelah meninggalkan rumah sejak pagi.

Salah seorang pengungsi, Cristina Ida, mengatakan dirinya langsung meninggalkan rumah bersama keluarga setelah gempa terjadi.

"Iya, kami mengungsi karena kami juga takut,” ujar Cristina.

Cristina mengatakan warga yang mengungsi membutuhkan makanan dan tempat berlindung. Warga belum berani pulang karena khawatir kembali memasak di rumah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Sementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa di NTT mencapai 47 orang hingga Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur 17 orang. Kemudian tiga korban tercatat di Sikka, satu di Manggarai Barat, satu di Ngada dan satu lainnya di Ende.