Pemprov DKI Kaji Perpanjangan LRT ke PIK 2 dan Soekarno-Hatta
Mei 18, 2026
(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukainnews.id - Gubernur Pramono Anung mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperpanjang jalur LRT Jakarta hingga kawasan PIK 2 dan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta. Rencana tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di kawasan PIK 2, Minggu (17/5).
"Tadi saya bisik-bisik kepada CEO Agung Sedayu, mungkin sudah waktunya untuk dibuka LRT dari Velodrome sampai dengan tempat ini (PIK 2)," ujar Pramono.
Menurutnya, Pemprov DKI saat ini masih mengkaji dua opsi pengembangan proyek LRT Jakarta, yakni menyelesaikan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas atau melanjutkan trase ke arah Jakarta Utara hingga PIK 2. Pramono menjelaskan, jalur LRT yang sudah memperoleh izin dari pemerintah pusat sejauh ini baru mencakup rute hingga kawasan Ancol.
"Saya segera akan memutuskan memang apakah menyelesaikan dari Manggarai ke Dukuh Atas atau melanjutkan trase yang sudah keluar izinnya dari Pemerintah Pusat, yang belum adalah hanya segmen dari Ancol ke PIK 2," lanjut dia.
Ia menilai konektivitas transportasi di Jakarta akan semakin baik apabila jalur LRT tersambung hingga kawasan utara Jakarta dan terintegrasi dengan moda transportasi lain. "Kalau dari Ancol ke PIK 2 ada LRT, dan sekarang ini di JIS sudah ada KRL, bahkan KRL sudah berhenti di JIS, minggu-minggu depan akan saya resmikan, maka konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik," ujarnya.
Sementara itu, proyek LRT Jakarta fase Velodrome-Manggarai ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun dan nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun.
Pramono berharap pengembangan LRT nantinya dapat menghubungkan sejumlah kawasan strategis mulai dari Velodrome, Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, PIK 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta.
"Kalau itu sudah bisa disambungkan maka loop Jakarta ini transportasinya sudah tersambung ke keseluruhan," kata dia.
Ia menambahkan, tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Namun, masih ada sejumlah jalur yang perlu diselesaikan agar sistem transportasi terintegrasi sepenuhnya.
"Tentunya sebagai gubernur saya berharap bahwa bisa memulai untuk menyelesaikan loop yang belum terselesaikan yang melalui Ancol kemudian PIK 2 dan ke bandara," kata Pramono.