Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Indef Sebut Penghematan dari WFH ASN Hanya Capai Rp2 Triliun

                  (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penghematan fiskal. Hal ini disampaikan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dalam laporannya.

Menurut Indef, kebijakan tersebut diperkirakan hanya mampu menghemat anggaran negara sebesar Rp1,36 triliun hingga Rp2,04 triliun melalui penurunan konsumsi BBM. "Kebijakan WFH bagi ASN dan imbauan terhadap swasta diterapkan selama 1 hari per minggu untuk menekan konsumsi BBM domestik dengan potensi penghematan fiskal hingga Rp1,36-2,04 triliun," tulis Indef dalam laporan yang dirilis Senin (6/4/2026).

Selain itu, Indef juga mengkaji dampak kenaikan harga minyak mentah Indonesia dan pelemahan rupiah terhadap defisit APBN 2026 melalui tiga skenario. Pada skenario optimistis dan moderat, dengan asumsi harga minyak 86 dolar AS per barel, kurs Rp17.000 per dolar AS, serta pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, defisit diperkirakan berada di level 3,18 persen.

Namun, dalam skenario pesimistis dengan harga minyak mencapai 115 dolar AS per barel, kurs Rp17.500 per dolar AS, dan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, defisit berpotensi meningkat hingga 4,06 persen. Indef menilai langkah efisiensi pemerintah, termasuk penerapan WFH, belum cukup kuat untuk menghadapi tekanan eksternal yang meningkat.

Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki ketahanan energi yang lebih baik dibanding beberapa negara Asia lainnya. Dengan tingkat ketergantungan impor energi dari Timur Tengah hanya 15,9 persen.