Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Minyak Turun ke USD 97 per Barel, Ini Penyebabnya

                            (Doc-Istimewa)

Jakarta, bukainnews.id - Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada awal perdagangan Asia setelah sebelumnya sempat melonjak akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pelemahan ini dipicu oleh adanya peluang negosiasi baru antara Amerika Serikat dan Iran yang memberi sentimen positif bagi pasar.

Berdasarkan laporan Reuters, harga Brent turun menjadi 97,50 dolar AS per barel, sementara WTI berada di level 96,83 dolar AS per barel setelah masing-masing mengalami penurunan signifikan. Sebelumnya, lonjakan harga terjadi akibat blokade militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran yang meluas hingga Selat Hormuz, Teluk Oman, dan Laut Arab. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan minyak dunia.

Analis ANZ menyebut sekitar 10 juta barel per hari pasokan telah terdampak, dengan potensi tambahan gangguan hingga 3–4 juta barel jika situasi tidak membaik. "Pasar minyak tidak lagi memerlukan eskalasi skenario terburuk untuk membenarkan harga yang lebih tinggi. Ketatnya keseimbangan pasokan saja sudah cukup untuk menopang harga Brent di sekitar atau bahkan di atas level ambang terbaru," tulis ANZ.

Namun demikian, Menteri Energi AS, Chris Wright, menilai harga minyak berpeluang segera mencapai puncaknya apabila distribusi kembali normal. Sejumlah lembaga global seperti Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional juga menyerukan agar negara-negara tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk kondisi pasar, seperti menimbun stok atau membatasi ekspor energi.