Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dicurigai Komplotan Maling, Seorang Pria di Lombok Timur Dihajar Massa Saat Hendak Beli Bakso

                         (Doc-fin.co.id)

Lombok Timur, bukainnews.id - Nasib malang menimpa Mahli (40), seorang warga Pringgarata, Lombok Tengah, yang menjadi korban salah sasaran amukan massa di Lenek, Lombok Timur. Insiden ini terjadi karena Mahli dicurigai sebagai rekan dari pelaku pencurian di sebuah apotek, padahal saat itu ia hanyalah seorang pembeli bakso yang kebetulan sedang berada di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu malam, 11 April 2026, ketika seorang pencuri sesungguhnya berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah aksinya dipergoki oleh pemilik apotek.

Teriakan pemilik apotek memancing reaksi warga yang kemudian mencurigai kehadiran Mahli sebagai orang luar di wilayah tersebut. Tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu, warga langsung menggiring Mahli ke dalam apotek untuk menjalani interogasi secara paksa. Situasi semakin tidak terkendali saat petugas kepolisian tiba untuk mengevakuasi korban; begitu keluar dari apotek, Mahli langsung diserbu oleh massa yang emosional. Kepala Pospol Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, mengonfirmasi kekeliruan tersebut. “Orang yang sempat dipukul warga ternyata bukan teman pelaku, melainkan warga Pringgarata Lombok Tengah yang sedang membeli bakso. Sementara pelaku pencurian langsung melarikan diri begitu ketahuan,” tegasnya.

Meski sempat mengalami hambatan karena kerumunan massa yang padat, pihak kepolisian akhirnya berhasil membawa Mahli ke kantor polisi dalam keadaan selamat. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian yang sebenarnya. Kasus ini kembali mencuatkan kekhawatiran mengenai fenomena main hakim sendiri yang masih marak terjadi di tengah masyarakat, di mana tindakan emosional sering kali mendahului verifikasi identitas seseorang.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi publik agar tidak bertindak gegabah dalam menghadapi situasi kriminalitas. Mahli yang sama sekali tidak bersalah harus menanggung luka fisik dan trauma hanya karena berada di waktu dan tempat yang salah. Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian guna menghindari jatuhnya korban salah sasaran di masa mendatang.