Dampak Konflik Iran-Israel, Pelaku Usaha di India Beralih Gunakan Batu Bara
April 03, 2026
(Doc-Istimewa)
India, bukainnews.id - Kelangkaan LPG di Prayagraj, India, mendorong banyak restoran dan toko kue beralih menggunakan batu bara sebagai bahan bakar alternatif untuk kegiatan memasak. Kondisi ini terjadi akibat terganggunya pasokan yang dipicu konflik Iran-Israel.
Situasi tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan dan usaha kuliner, di mana para pelaku usaha terpaksa mencari solusi agar operasional tetap berjalan dan pelanggan tetap terlayani.
"Beberapa orang datang karena ada beberapa masalah ketika mereka tidak dapat memperoleh LPG karena krisis dan larangan penjualan untuk penggunaan komersial," kata penjual batu bara, Sumit.
Meski pemerintah telah kembali membuka penjualan LPG komersial, pasokan diperkirakan belum sepenuhnya pulih dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menyebabkan permintaan batu bara meningkat, baik dari pelaku usaha maupun rumah tangga.
Sejumlah pemilik usaha mengaku menggunakan batu bara sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka.
"Saya membakar batu bara agar tidak ada masalah di masa depan. Ketika saya mendapatkan tabung untuk penggunaan komersial, saya akan membakarnya," kata pemilik restoran, Bhola Yadav.
Namun demikian, penggunaan batu bara dinilai lebih merepotkan sekaligus menambah beban biaya operasional. Hal ini diperparah oleh kenaikan harga LPG komersial di India.
Pada 1 April, harga LPG komersial naik sebesar Rs195,50 (sekitar $2,10) per tabung 19 kg, sehingga menjadi sekitar Rs2.078,50 (sekitar $22,35). Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak global serta gangguan distribusi pasokan.
Kenaikan harga tersebut merupakan yang kedua dalam beberapa pekan terakhir dan dinilai berdampak signifikan terhadap dunia usaha, meskipun harga LPG untuk rumah tangga tidak mengalami perubahan.
Di sisi lain, kekhawatiran mulai muncul di kalangan konsumen terkait potensi kenaikan harga barang akibat kondisi ini.
"Di mana pun ada bencana di dunia, di mana pun perang terjadi di Israel, Iran, dan Amerika, semua orang tahu tentang ini [...] Sampai semuanya beres, Anda dan saya harus berjuang dan menghadapi masalah ini bersama-sama," kata Danish.
Para pelaku usaha menyatakan, jika pasokan gas belum kembali normal dalam waktu dekat, mereka tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga jual. Mereka pun berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan agar tidak memperparah tekanan inflasi.