Terminal Tanjungpura Terancam jadi Titik Macet, DPRD Karawang Desak Peningkatan Kapasitas Jalan
Februari 22, 2026
(Doc-Istimewa)
Karawang, bukainnsws.id - Forum Musrenbang Dapil II yang digelar di Kecamatan Kutawaluya, Jumat (13/2/2026), menjadi momentum bagi DPRD Kabupaten Karawang untuk menyoroti persoalan infrastruktur jalan. Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syarifudin (Asep Ibe), menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap Musrenbang ini bukan hanya menggugurkan kewajiban. Substansinya harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dirasakan nyata pada 2027 mendatang," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa jalur Rengasdengklok–Tanjungpura diprediksi akan menghadapi tekanan lalu lintas yang cukup tinggi dalam tiga tahun ke depan. Pertumbuhan perumahan skala besar di kawasan Mekarjati dan Tunggakjati dinilai akan mendorong peningkatan jumlah kendaraan secara signifikan.
“Jalur Rengasdengklok–Tanjungpura ini ke depan akan cukup crowded. Apalagi sekarang sudah berdiri perumahan-perumahan besar di wilayah Mekarjati dan Tunggakjati. Ini tentu berpotensi meningkatkan kemacetan dan angka kecelakaan,” ujar Asep Ibe.
Ia menilai, tanpa peningkatan kapasitas jalan, Terminal Tanjungpura berpotensi menjadi titik kepadatan baru. Karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur.
“Kalau jalur di sisi timur saluran PJT II ini ditingkatkan, maka bisa membantu mengurai kemacetan di jalur utama. Kami butuh intervensi nyata melalui alokasi peningkatan jalan dari pemerintah daerah,” tegasnya.
DPRD Karawang pun mendorong agar penguatan akses jalan, khususnya di sisi timur saluran PJT II agar segera masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan di masa mendatang. (Red).