Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tak Kuat Tahan Arus Air, Jembatan Darurat Ogan Ilir Runtuh

                               (Doc-Istimewa)

Sumatera Selatan, bukainnews.id - Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan (Sumsel), kembali ambruk pada Senin (16/2), meski baru sehari sebelumnya proses finishing rampung.

Derasnya arus sungai yang membawa rumput air dalam jumlah besar disebut menjadi penyebab utama runtuhnya struktur jembatan. Beban tambahan tersebut diduga membuat tiang penyangga kehilangan keseimbangan.

"Tiang penyangga jembatan darurat diduga tidak mampu menahan tekanan tambahan dari tumpukan rumput air, sehingga struktur kehilangan keseimbangan dan runtuh," ujar Agung.

Saat peristiwa terjadi, sejumlah warga berada di atas jembatan. Suhadi mengaku langsung berlari ke pinggir ketika melihat tanda-tanda jembatan akan roboh.

"Kami ada di atas jembatan saat kejadian begitu mau roboh kami langsung berlari ke pinggir jembatan, padahal jembatan itu proses finishing baru kemarin," katanya kepada wartawan, Selasa (17/2).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Agung menyebut pemerintah daerah sebelumnya membangun jembatan darurat agar aktivitas warga, khususnya pelajar, tetap berjalan.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa pemerintah daerah membangun jembatan darurat agar mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah, tetap berjalan," ungkapnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir, Eko Randa, menyatakan pihaknya telah memantau insiden tersebut dan menilai pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak.

"Baru kemarin selesai finishing jembatan sementara itu. Memang harus langsung dibangun permanen jembatan itu," katanya.

Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir saat ini masih menunggu kepastian dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Selatan terkait rencana pembangunan jembatan permanen berbahan beton agar lebih tahan terhadap tekanan arus dan material sungai.