Breaking News
Mode Gelap
Artikel teks besar

Polda Bali Ungkap Sindikat Judi Online Internasional, 39 WN India Diamankan

                            (Doc-Istimewa)

Denpasar, bukainnews.id – Polda Bali membongkar jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali dan melibatkan 39 warga negara India. Sindikat tersebut menjalankan aktivitasnya dari dua lokasi berbeda dengan kedok destinasi wisata.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengungkapkan, jaringan judi online tersebut telah beroperasi sejak November 2025 dengan membuka dua markas di wilayah Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. "Dari hasil operasional situs tersebut, rata-rata penghasilan tiap bulan setara Rp 4,3 miliar. Jadi untuk 2 TKP omsetnya mencapai Rp 7-8 miliar," katanya, Sabtu (7/2/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari proses perekrutan sindikat judi online di India sejak 2025. Para pelaku direkrut dengan iming-iming gaji sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan untuk mengisi posisi sebagai admin dan leader.

Para pelaku kemudian berangkat secara bertahap ke Bali dengan menggunakan visa kunjungan wisata. Setibanya di Indonesia, mereka tinggal di dua vila markas operasional. Masing-masing berlokasi di kawasan Canggu, Badung, dan Munggu, Tabanan.

"Alasan sindikat memilih Bali sebagai operasional adalah memanfaatkan Bali sebagai destinasi pariwisata untuk menyamarkan keberadaan para tersangka karena banyak WN India berkunjung ke Bali," katanya.

Dalam menjalankan operasionalnya, para admin tidak dapat keluar dari vila selama jam kerja. Setiap markas diawasi oleh satu orang leader yang bertugas mengontrol kinerja para admin.

Para admin bertanggung jawab membuat dan menyebarkan iklan situs judi online melalui media sosial. Situs yang dipromosikan diketahui bernama Ram Betting Excchange.

"Jadi para pemasang juga tidak sembarang atau tidak serta-merta bisa membuka portal tersebut. Karena oleh para pelaku, web itu juga disembunyikan, jadi pakai VPN. Jadi tidak semua orang bisa mengakses," katanya.

"Kalau untuk targetnya, sebenarnya ini kan bisa diakses oleh semua orang. Yang penting menggunakan VPN. Cuma ada persyaratannya. Salah satunya adalah menggunakan bank India," imbuhnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan jaringan judi online ini dengan sindikat di Kamboja. Selain itu, penyidik juga menelusuri dugaan bahwa pembukaan markas di Bali dilakukan akibat terhambatnya operasional sindikat di Kamboja karena masifnya pemberantasan kejahatan penipuan daring di negara tersebut.

Adapun 39 pelaku yang diamankan seluruhnya merupakan laki-laki berusia antara 20 hingga 50 tahun. Mereka masing-masing berinisial PS, LK, GS, MPB, HAS, AS, DST, MNMAS, BS, SS, H, BS, SB, YS, KS, V, SS, RS, AV, PCR, S, AS, MKS, P, LKC, VS, YS, JG, MN, AKS, JKU, SK, ASB, G, YRSG, AS, P, dan BSA.

Dari penggerebekan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa 42 unit telepon genggam, 15 unit laptop, tiga unit monitor, serta perangkat pendukung lainnya yang digunakan dalam aktivitas judi online.