Pelajar SD di Demak Ditemukan Tewas Tergantung, Ini Kronologinya
Februari 15, 2026
(Doc-nixnews)
Demak, bukainnews.id - Kasus meninggalnya seorang pelajar SD berinisial SA (12) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dipastikan tidak mengandung unsur tindak pidana. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan awal.
Korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (12/2). Saat kejadian, SA diketahui sedang sendirian. Sebelumnya, ia menjalani aktivitas seperti biasa, termasuk bersekolah dan mengikuti latihan taekwondo.
Peristiwa terungkap ketika ibu korban pulang sekitar pukul 18.00 WIB dan mendapati anaknya dalam kondisi tergantung. Ia segera meminta bantuan tetangga sebelum membawa korban ke RSUD KRMT Wongsonegoro.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia antara dua hingga enam jam sebelum diperiksa di rumah sakit. Polisi menyatakan kematian disebabkan terhentinya asupan oksigen.
"Ada tanda-tanda khas gantung diri, seperti lidah yang tergigit, terdapat cairan yang keluar dari alat kelamin dan jaringan di bawah kuku, baik tangan maupun kakinya, itu ada kebiruan," kata Anggah, Jumat (13/2).
Dari hasil penelusuran aparat, hubungan korban dengan teman-temannya dinilai baik dan tidak ditemukan indikasi perundungan. Kondisi keluarga juga disebut harmonis serta berkecukupan secara ekonomi.
Meski sempat ada teguran dari ibu korban jauh sebelum kejadian, polisi menegaskan belum dapat menarik kesimpulan mengenai penyebab tindakan tersebut. Warga sekitar pun tidak mendengar adanya keributan dari rumah korban.
"Memang sebelumnya ibunya itu sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar. Tetapi penyebab korban gantung diri tidak bisa kita simpulkan karena hal itu, karena masih banyak faktor-faktor lainnya yang harus dilakukan pendalaman," ujar Anggah. Penyebab pasti peristiwa tersebut hingga kini masih belum diketahui.